Berita OKI
Hotspot di OKI Kembali Meningkat, Bupati Iskandar Keberatan OKI Disebut Penyumbang Kabut Asap
Kekeringan serta hujan yang masih sangat jarang turun, membuat sebagian wilayah di Sumatera Selatan kembali diselimuti kabut asap.
SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG -- Kekeringan serta hujan yang masih sangat jarang turun, membuat sebagian wilayah di Sumatera Selatan diselimuti kabut asap, tak luput pula Kota Palembang ibu kota Provinsi Sumsel, kembali dipenuhi kabut asap tebal.
Disamping itu pula, kembali didapat informasi bahwa ada peningkatan hotspot api di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
Terpantau dari satelit LAPAN Kamis (7/11) kemarin hingga pukul 00:15 hotspot di Sumsel mencapai 144 titik dimana sebanyak 119 titiknya berada di wilayah Kabupaten OKI.
Walaupun hujan deras kemarin malam sempat turun di sebagian besar wilayah OKI, namun tak mengurangi keberadaan hotspot.
Bupati OKI, Iskandar saat ditemui Tribunsumsel.com, untuk menyenggol sedikit perihal kabar yang menyatakan jika asap di kota Palembang merupakan kiriman dari OKI.
Sebelum membahas inti, Bupati mengatakan jika para petugas telah mengerahkan usaha semaksimal mungkin berjibaku memadamkan api.
"Saya Salut dengan satuan petugas pemadam kebakaran (satgas damkar), yang terdiri dari TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, masyarakat peduli api, serta pihak perusahaan. Saya mengapresiasi dengan tekadnya mereka betul-betul berjibaku dalam memadamkan api," ungkap Bupati Iskandar, Jum'at (8/11/2019).
Lebih lanjut Bupati membeberkan jika salah satu penyebabnya ialah budaya masyarakat yang masih tradisional, yang membakar lahan mereka untuk membantu proses bercocok tanam.
"Tapi memang ini akibat dari pada kebiasaan oknum masyarakat yang masih tradisionil sekali dalam hal membakar lahan untuk kembali membuka sawahnya," tuturnya.
• Dua Ibu Rumah Tangga dan Seorang Gadis Bawah Umur Terciduk Bareng Selingkuhan di Hotel Baturaja
• Gubernur Perpanjang Status Satgas Karhutla Sumsel , Pemprov Siap Back Up Total Pendanaan
• Teriak Aku Nak Nodong 4 Rampok Bersenpi di PALI Tembak Petugas SPBU, Gasak Uang Rp 30 Juta
Dalam hal ini, Bupati membedakan jika masyarakat ini membakar lahan sawah mereka, untuk setelahnya ditanami padi kembali.
"Mereka sebenarnya sudah punya sawah, jadi membakar ini untuk menanam padi lagi di sawahnya, bukan membakar untuk membuat lahan baru untuk bercocok tanam atau pertanian," pungkasnya.
Kemudian, Bupati menegaskan jika asap yang ada di Kota Palembang tidak hanya berasal dari Kabupaten OKI.
"Yang di Palembang bukan hanya kiriman kabupaten OKI saja, maka dapat juga dilihat dari angin malam menuju kemana, angin siang pun menuju kemana,"
"Jadi tidak mungkin, kabut asap hanya berasal dari OKI saja," tegasnya.
Masih kata Bupati, untuk itu perlu memperhatikan seberapa akuratnya kabar tersebut, selain dari arah angin, juga dari waktu kapan Palembang diselimuti asap.