Pasutri di Pemulutan Barat Ogan Ilir Ini Baru akan Punya Buku Nikah Setelah Punya Anak Kedelepan

Rasa sumringah sekaligus gugup terlihat dari wajah Tamin (66), saat mengikuti Isbat Nikah di gedung Caram Seguguk KPT Tanjung Senai Ogan Ilir.

Pasutri di Pemulutan Barat Ogan Ilir Ini Baru akan Punya Buku Nikah Setelah Punya Anak Kedelepan
sripoku.com/resha
Pasangan suami istri (Pasutri) asal Desa Ulak Kembahang, kecamatan Pemulutan Barat Kabupaten Ogan Ilir, yakni Tamin (66) dan Marlina (65) saat mengikuti Isbat Nikah Terpadu di gedung Caram Seguguk KPT Tanjung Senai Ogan Ilir, Rabu (6/11/2019). 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Resha

SRIPOKU.COM, INDRALAYA - Rasa sumringah sekaligus gugup terlihat dari wajah Tamin (66), saat mengikuti Isbat Nikah di gedung Caram Seguguk KPT Tanjung Senai Ogan Ilir, Rabu (6/11/2019).

Ia ditemani istri, Marlina (65) saat itu.

Warga Desa Ulak Kembahang, kecamatan Pemulutan Barat Kabupaten Ogan Ilir ini mengaku sejak menikah tahun 1971 belum mendapatkan buku nikah.

Hal tersebut karena Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N) mereka saat itu, meninggal dunia.

"Karena itulah nggak ada yang urus.

Kami waktu itu ngga tau berkasnya ada di mana, apakah di P3N, KUA atau dimana," ujarnya saat diwawancarai.

Hingga waktu berlalu, buku nikah mereka pun akhirnya tak terurus.

Sampai mereka melahirkan anak ke-8, buku tersebut tak kunjung terurus.

"Anak kami 8, meninggal 2.

Halaman
12
Penulis: RM. Resha A.U
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved