Berita Palembang

Tarif Pengurusan Paspor yang Rusak dan Hilang Naik, Untuk Paspor Hilang Dikenakan Rp 1 Juta

Pengurusan paspor yang hilang dikenakan tarif 1 juta rupiah, sedangkan untuk paspor yang rusak dikenakan tarif sebesar 500 ribu rupiah.

Tarif Pengurusan Paspor yang Rusak dan Hilang Naik, Untuk Paspor Hilang Dikenakan Rp 1 Juta
SRIPOKU.COM/CHAIRUL NISYAH
Raja Ulul Azmi, Kasi Intelijen dan Penindakan Kantor Imigrasi Klas 1 Palembang. 

Laporan wartawan sripoku.com, Chairul Nisyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -Terjadi kenaikan tarif untuk pengurusan paspor yang rusak dan hilang. Kenaikan tarif ini sudah diberlakukan sejak Mei 2019 lalu.

Kasi Intelejen dan Penindakan Kantor Imigrasi Kelas 1 Palembang, Raja Ulul Azmi, mengatakan peraturan ini diberlakukan oleh Pemerintah sejak 1 Mei 2019 lalu, dalam aturan Nomor 25 tahun 2019.

Azmi menerangkan untuk tarif paspor yang hilang, akan dikenakan tarif 1 juta rupiah, sedangkan untuk paspor yang rusak dikenakan tarif sebesar 500 ribu rupiah.

"Jadi memang ada kenaikan dari tarif sebelumnya,"ujar Azmi, Kamis (31/10/2019).

Dimana sebelumnya, untuk pengurusan paspor yang hilang hanya sebesar 300 ribu.

Adapun ciri-ciri paspor Rusak diantaranya, yaitu, adanya data pemilik paspor yang hilang, seperti biodata diri yang sudah tidak terbaca, dan adanya cacat atau robek pada halaman paspor.

Dua Pemuda Kikim Timur Ini Menyerahkan Diri ke Polres Lahat, Akui Penyebab Tewasnya Biduan Tempel

Pemprov Sumsel Rombak 185 Pejabat Tinggi Pratama, Administrator dan Pengawas

PSK Paling Muda Usianya 16 Tahun, Tarif Kencan Segini, Pelanggannya Pejabat, Politisi dan Pengusaha!

"Paspor ini kan penting untuk perjalanan antar negara, jadi jika ditemukan kerusakan pada paspor tersebut, baiknya si pemilik harus segera mengurus pergantian paspornya,"terang Azmi.

Dikhawatirkan jika kita tetap memaksakan membawa paspor yang sudah rusak, takutnya paspor tersebut ditolak di negara yang dituju.

Menurut Azmi, sejauh ini ada sekitar 106 paspor yang hilang, dan 34 paspor rusak, terhitung dari bulai Mei hingga September 2019, yang tengah diurus oleh Kantor Imigrasi Kelas 1 Palembang.

Azmi juga mengatakan, terkait kenaikan biaya pengurusan paspor yang rusak dan hilang ini, memang ada keluhan dari masyarakat.

Hanya saja peraturan sudah dikeluarkan oleh pemerintah, dan kita akan tetap menjalankannya.

Untuk uang pengurusan paspor sendiri, akan masyarakat bayarkan melalui bank-bank yang bekerjasa dengan Kantor Imigrasi.

Sehingga masyarakat tak perlu khawatir, karena pembayaran tersebut, akan langsung masuk ke kas negara.

Penulis: Chairul Nisyah
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved