Suku Bunga Terus Turun, Reksa Dana Terproteksi Bisa Jadi Pilihan Investasi

Suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) kembali turun bulan ini ke angka 5 persen. Hal ini menjadikan reksa dana terproteksi masih layak untuk dicermati

Suku Bunga Terus Turun, Reksa Dana Terproteksi Bisa Jadi Pilihan Investasi
http://ekonomi.kompas.com/
Ilustrasi - Suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) kembali turun bulan ini ke angka 5 persen. Hal ini menjadikan reksa dana terproteksi masih layak untuk dicermati oleh investor. 

SRIPOKU.COM, JAKARTA - Suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) kembali turun bulan ini ke angka 5 persen. Hal ini menjadikan reksa dana terproteksi masih layak untuk dicermati oleh investor.

Tingkat return reksa dana terproteksi dinilai masih tinggi dibandingkan instrumen lainnya. Apalagi, reksadana terproteksi yang berisi surat utang negara korporasi diprediksi masih bisa memberikan return lebih dari 7 persen.

Lagi Bank Indonesia Pangkas Suku Bunga, Apa Dampaknya bagi Masyarakat?

Investasikita Beri Bimbingan bagi Pemula yang Ingin Investasi Reksa Dana

Kepala Riset Infovesta Utama Wawan Hendrayana berpendapat bahwa reksa dana terproteksi ini justru menarik di tengah suku bunga acuan BI yang turun.

Dia bilang, tren penurunan suku bunga ini memicu investor memilih reksa dana terproteksi dibandingkan dengan deposito. "Justru reksa dana terproteksi ini menarik karena deposito turun terus," ujar Wawan sebagaimana dikutip dari Kontan.co.id, Minggu (27/10/2019).

Wawan menyebutkan bahwa untuk saat ini, return reksa dana terproteksi yang berisi surat utang negara masih berada di 6,5 persen. Sementara reksa dana beraset surat utang korporasi jauh lebih tinggi, tergantung peringkat.

Dia melihat, saat ini adalah waktu yang tepat untuk masuk reksa dana terproteksi. "Saya lihat suku bunga BI masih bisa turun di tahun depan sampai 4,5 persen sehingga menarik untuk masuk reksa dana terproteksi saat ini," jelas Wawan.

Senada, Head of Fixed Income Fund Manager Prospera Asset Management Eric Sutedja menilai, meskipun return sedikit turun akibat suku bunga BI turun, reksa dana terproteksi masih menarik. Ini karena spread dengan produk sejenis reksadana terproteksi masih besar.

"Dibanding deposito, meski tenor tidak sama panjang, reksa dana terproteksi tetap jauh lebih menarik," ujar Eric.

Eric menambahkan, reksa dana terproteksi masih akan menarik hingga tahun depan. "Yang akan membuat reksa dana terproteksi kurang menarik yaitu ketika pajak atas bunga naik dari 5 persen ke 10 persen yaitu di tahun 2021," jelas Eric.

Wawan menambahkan selain penurunan suku bunga, isu resesi global menyebabkan reksadana terproteksi layak dicermati.

Halaman
12
Editor: Bejoroy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved