Keindahan Dibalik Gunung Dempo Pagaralam, Gunung Tertinggi di Sumsel Dijuluki Surga Bumi Sriwijaya

Keindahan Dibalik Gunung Dempo Pagaralam, Gunung Tertinggi di Sumsel Dijuluki Surga Bumi Sriwijaya

Penulis: Tria Agustina | Editor: Welly Hadinata
Kolase Sripoku.com/Rahmad Zilhakim
Gunung Dempo Pagaralam 

Jalur Pendakian

Kebun Teh PTPN buka merupakan titik awal pendakian. Teman Traveler masih harus berjalan ke Kampung IV.

Perjalanan akan memakan waktu sekitar 30 menit dengan menumpang truk pabrik yang hendak menuju kebun.

Ongkosnya sekitar Rp20.000 per orang.

Sepanjang perjalanan kita akan disuguhi hamparan perkebunan teh milik PTPN.

Panorama Gunung Dempo juga akan terlihat jelas. Di sini udara dingin akan mulai terasa menusuk kulit.

Kampung IV sendiri merupakan perkampungan kecil yang jauh dari pemukiman lain.

Di sini kita bisa mengurus perizinan sebelum memulai pendakian.

Jika tak terburu-buru, sebaiknya kalian menginap semalam di sini untuk menyesuaikan tubuh dengan cuaca sekitar.

Pendakian dari pintu rimba hingga ke puncak memakan waktu delapan jam.

Jalurnya lumayan menantang, dengan vegetasi rapat.

Jika kitakita meny trekking, Dempo akan jadi destinasi pas.

Selain konturnya variatif, suasana sekitarnya masih terkesan alami dan asri.

Selama pendakian, jangan heran jika berpapasan dengan segerombolan pelajar.

Pasalnya gunung ini kerap dijadikan sebagai arena trekking pelajar setempat.

Namun yang sangat penting diperhatikan adalah perlengkapan dan kondisi fisik.

Sebab pendakian akan lumayan menguras energi, ditambah cuaca ekstra dingin yang bisa membuat tubuh menggigil.

Gunung Dempo
Gunung Dempo Pagaralam (South Sumatra Tourism)

Surga Bernama Pagaralam

Pesona Bumi Sriwijaya yang ada di Pagar Alam salah satunya yakni Gunung Dempo.

Wikipedia menyebutkan bahwa Kota Pagaralam adalah salah satu kota di provinsi Sumatera Selatan yang dibentuk berdasarkan Undang–Undang Nomor 8 Tahun 2001.

Sebelumnya kota Pagaralam termasuk kota administratif dalam lingkungan Kabupaten Lahat.

Kota ini memiliki luas sekitar 633,66 km² dengan jumlah penduduk 126.181 jiwa.

Kota ini berjarak sekitar 298 km dari kota Palembang dan juga berjarak sekitar 60 km di sebelah barat daya Kabupaten Lahat.

Sebagian besar keadaan tanah di kota Pagaralam berasal dari jenis latosol dan andosol dengan bentuk permukaan bergelombang sampai berbukit.

Jika dilihat dari kelasnya, tanah di daerah ini pada umumnya adalah tanah yang mengandung kesuburan yang tinggi.

Hal ini terbukti dengan daerah kota Pagaralam yang merupakan penghasil sayur-mayur, buah-buahan, dan merupakan salah satu subterminal agribisnis di provinsi Sumatra Selatan.

Kota yang mempunyai potensi wisata yang sangat kaya.

Tak hanya punya wisata alam, tapi juga lokasi-lokasi purbakala.

Bagaimana tak bangga jika di kota asalnya itu terdapat sedikitnya 33 air terjun dan 26 situs menhir yang sudah tercatat.

Banyak obyek wisata yang dapat dikunjungi, walau belum semuanya dikembangkan.

Sebut saja Batu Gong, Perkebunan teh Lereng Dempo, Sungai Lematang Indah, Air terjun (Curup Embun, Curup Mangkok, Curup Tujuh Kenangan), Arca Manusia Purba (Megalithikum), Ribuan situs megalit, Danau (Tebat Gheban, Tebat Libagh), Rimba Candi, Hutan Anggrek.

Kisah Santri Ramal Prabowo Jadi Menteri, Memprihatinkan, Keluar dari Ponpes dan Rindu Ibunya!

Daya tarik wisata yang dimiliki Pagaralam amatlah memikat. Berkunjung ke sana tentu banyak yang bisa dilihat.

Namun, untuk ke sana tentu perlu niat yang kuat. Jaraknya yang jauh, hampir 300 km dari ibukota provinsi.

Belum ada transportasi udara untuk ke sana. Tapi apa yang didapat dan dijumpai di sana sebanding dengan perjalanan yang ditempuh.

Perkebunan teh di kaki Gunung Dempo

Gunung Dempo adalah puncak tertinggi di wilayah Sumatera Selatan.

Keindahan yang ditawarkan adalah panorama alamnya yang indah.

Dan salah satu hal yang sangat menyegarkan untuk dilihat oleh mata adalah hijaunya pemandangan sekitar.

Gunung Dempo
Gunung Dempo Pagaralam (SRIPOKU.COM/Rahmad Zilhakim)

Keistimewaan Panorama di Kaki Gunung Dempo

1. Saksi Sejarah Perjuangan Bangsa

Perkebunan dan pabrik pengolahan teh Gunung Dempo yang saat ini dikelola PTPN VII merupakan sisa peninggalan pemerintah kolonial Belanda.

Pembangunannya dimulai pada 2 Mei 1929 oleh sebuah perusahaan Belanda, NV Lanbouw Maata Chapij.

Selama perkembangannya, perkebunan teh ini menjadi saksi sejarah perjuangan bangsa.Perkebunan pernah dikuasai Jepang selama masa Perang Dunia II.

Pasca kemerdekaan, perkebunan dikelola oleh Departemen Pertanian.

Namun, kebun dan pabrik teh sempat dibumihanguskan ketika terjadi sengketa dengan Belanda pada 1949-1951.

Pabrik kemudian dibangun kembali oleh perusahaan Belanda lain yaitu Cultuur NV Soerabaya pada tahun 1951-1958.

Saat nasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda berlangsung hingga tahun 1963, perkebunan dikelola oleh Perusahaan Perkebunan Negara Baru Sumsel dan terus berganti nama, hingga sejak 1996 dikelola oleh PTPN VII.

Pabrik teh tua peninggalan Belanda tersebut hingga kini masih dimanfaatkan secara utuh.

2. Teh Hitam yang Mendunia

Hal membanggakan dari perkebunan Teh Gunung Dempo adalah produk Teh Hitam yang diakui dunia.

Kendati tidak begitu populer di Indonesia, namun sangat terkenal di Asia, Timur Tengah bahkan hingga ke Eropa.

Kabarnya, permintaan teh hitam dari luar negeri mencapai ribuan ton tiap tahunnya.

Bahkan, produk teh hitam asli Pagaralam diklaim mampu mendongkrak posisi Indonesia ke peringkat lima sebagai negara penghasil teh terbaik di dunia setelah Kenya, Srilanka, India dan Tiongkok.

3. Teh Hitam Berkualitas Wahid

Teh hitam Gunung Dempo terkenal dengan keunggulan kualitasnya. Ini disebabkan letak geografis perkebunan teh berada pada ketinggian 1.000-1.900 mdpl, dengan curah hujan rata-rata antara 2.500-3.000 mm.

Kemudian didukung suhu berkisar 15-26 derajat celsius dan kelembaban udara antara 60-80%.

Semakin tinggi teh ditanam, maka semakin tinggi pula kandungan catechins antioksidannya.

Nah, hanya perkebunan teh Gunung Dempo yang memiliki ketinggian tersebut.

Itu sebabnya teh Gunung Dempo punya cita rasa sangat khas dibandingkan dengan teh-teh pabrikan yang beredar luas di pasaran Indonesia.

Warnanya coklat mengkilat. Aromanya tajam. Rasanya pun lebih sepat.

4. Teh Hitam Berkhasiat

Dari berbagai referensi yang saya baca, diketahui bahwa teh hitam cukup banyak mengandung senyawa yang baik bagi tubuh, terutama antioksidan serta ” theaflavin” cukup tinggi.

Nah, Teh hitam Gunung Dempo yang terbuat dari 100 persen bahan alami (tanpa bahan pengawet) ini ternyata memiliki banya khasiat yang sangat baik bagi kesehatan.

Dengan berbagai khasiat dan keistimewaannya itu pula maka tidak heran kalau teh asli Pagaralam diminati negara-negara besar di Timur Tengah dan Eropa sejak lama.

5. Kebun Teh Terbesar di Dunia

Perkebunan Teh Gunung Dempo merupakan suatu kebanggaan bangsa Indonesia, karena Perkebunan Teh Pagar Alam merupakan salah satu perkebunan teh terbesar di dunia.

6. Pemandangan Menawan

Gunung Dempo adalah gunung yang termahsyur di Sumatra Selatan. Ketinggiannya mencapai 3.159 mdpl.

Cukup tinggi untuk melihat keindahan alam sekitarnya, bukan? Hamparan pemandangan hijau berupa pucuk-pucuk daun teh, berpadu dengan udara sejuk dan segar.

Tinggal di tempat seperti ini bikin enak makan dan enak tidur.

Buat saya, tinggal di tempat seindah ini merupakan kemewahan tiada tara.

Tak hanya itu, di sekitar perkebunan terdapat penginapan bernuansa rumah kayu tradisional Sumsel.

Jadi, kalau saya ingin merasakan kemewahan itu, tinggal pesan villa untuk bermalam.

Soal kuliner, tentu saja tidak perlu khawatir.

Di tempat ini makanan khas Sumsel yang terkenal kelezatannya banyak tersedia.

Mau pempek ikan, model, bebek rica-rica, kue masuba, kue lapis ketan dan kerupuk kemplang, semua ada dan bisa didapatkan dengan mudah.

Gunung Dempo
Gunung Dempo Pagaralam (SRIPOKU.COM/Rahmad Zilhakim)

Mendaki di Gunung Dempo

Gunung Dempo merupakan gunung berjenis stratovolcano tipe A.

Gunung ini juga dijuluki dengan singkatan GAD atau “Gunung Api Dempo”.

Gunung Dempo terletak di Kota Pagaralam, Sumatera Selatan (Sumsel).

Kota Pagaralam terkenal dengan hasil perkebunannya yakni berupa teh hitam.

Produk teh inilah salah satu hasil perkebunan di kaki Gunung Dempo.

Gunung Dempo memiliki ketinggian 3.159 mdpl, termasuk gunung sangat tinggi.

Danau kaldera di puncaknya memiliki keunikkan tersendiri, yakni kadang air danau kalderanya berwarna abu-abu, hijau tosca, dan juga biru.

Beberapa keistimewaan inilah yang menjadikan Gunung Dempo cukup populer sebagai pendakian.

Bukan hanya bagi pendaki lokal, tapi juga dari berbagai daerah di luar Sumsel.

Gunung Dempo juga memiliki cerita mitos yang berkembang di masyarakat, yakni kisah tentang Manusia Harimau. Konon manusia harimau adalah masyarakat Gunung Dempo yang mendalami ilmu sakti.

Selain itu, Gunung Dempo juga dikenal dan diyakini sebagai wilayah asal usul Suku Basemeh (Melayu).

Menurut legenda, dua tokoh sakti yakni Si Pahit Lidah (Nenek Moyang Basemeh) dan Si Mata Empat (Nenek Moyang Komering/Lampung) saling beradu kekuatan.

Keduanya pun mati, dan sebelum mati Si Pahit Lidah mengutuk semua keturunan Si Mata Empat yang juga berarti Suku Komering atau Suku Lampung tidak akan bisa mendaki Gunung Dempo. Kisah tersebut diyakini hingga sekarang.

Kawah Gunung Dempo Pagaralam
Kawah Gunung Dempo Pagaralam (VIApendaki)

PENDAKIAN

Pendakian Gunung Dempo tesedia melalui Jalur Kampung IV, dan Jalur Tugu Rimau. Jalur Kampung IV adalah yang paling populer.

Trek pendakian Gunung Dempo tersedia beberapa sumber air.

Trek di awal dipenuhi dengan akar-akar pohon yang keluar.

Pendakian Gunung Dempo umumnya dilakukan dalam sehari saja.

Di Kota Pagar Alam terdapat pasar tradisional yang menjual berbagai macam produk lokal.

Bagi pendaki luar daerah tentu akan sangat cocok untuk bisa berbelanja di sini.

PUNCAK

Puncak Dempo ada 2 yakni Puncak Api dan Puncak Merapi (Kawah Dempo).

Puncak pertama adalah Puncak Api. Puncak ini adalah daerah biasa yang masih ditumbuhi pohon perdu.

Kemudian berjalan terus kita akan bertemu dengan sebuah padang yang luas bertanah pasir dengan sedikit rerumputan.

Lokasi ini dijuluki “Pelataran” yang lokasinya berada di antara puncak pertama dan kedua.

Umumnya pendaki mendirikan tendanya di lokasi Pelataran ini.

Selanjutnya, dilanjutkan menanjak terus, maka kita akan sampai pada puncak kedua yakni Puncak Kawah Merapi (Kawah Dempo), yakni sebuah kawah dengan luas sekitar 100 meter persegi.

Kawah inilah yang menjadi ikonik gunung Dempo.

Selanjutnya dari puncak Kawah Dempo, akan terlihat pemandangan Provinsi Bengkulu, serta Laut Hindia.

Nama lain : GAD

Elevasi : 3.159 mdpl

Lokasi : Sumatera Selatan

Jenis : Stratovolcano Tipe A

Pengelola : Pemerintah Pagar Alam

Keistimewaan : Gunung tertinggi di Sumatera Selatan

Jalur pendakian : Jalur Kampung IV, dan Jalur Tugu Rimau

Tempat Ikonik : Kawah Dempo

Puncak : Puncak Api dan Puncak Merapi (Kawah Dempo)

Lama pendakian : 1 hari

Koordinat : 4°00’54.4″S 103°07’40.4″E

Level pendakian : Sedang

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved