RUBRIK OPINI : Pecinta Boba, Waspada Bahaya Bubble Tea Bagi Kesehatan

Pecinta minuman manis pasti tidak asing lagi dengan yang namanya boba, terlebih sekarang banyaknya aplikasi online untuk membeli makanan maupun minuma

Editor: Welly Hadinata
IST
VIRA NALIA MAHARANI, Mahasiswi JURUSAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SRIWIJAYA JURUSAN : ILMU KESEHATAN MASYARAKAT 

RUBRIK OPINI : Pecinta Boba, Waspada Bahaya Bubble Tea Bagi Kesehatan

Pecinta minuman manis pasti tidak asing lagi dengan yang namanya boba, terlebih sekarang banyaknya aplikasi online untuk membeli makanan maupun minuman ditambah promo yang menggiurkan, makin membuat kita mudah mengkonsumsi bubble tea.

Tapi apa kamu tau akan kandungan nutrisi serta kalori dalam boba tersebut? Bahaya serta faktor resiko jika kamu sering mengkonsumsi rutin bubble tea.

Berasal dari Taiwan, Bubble tea adalah minuman manis yang tidak berkarbonasi dan tidak beralkohol. Bubble tea  kini mendunia, terutama di Amerika.

Racikan teh manis yang dicampur dengan butiran tapioka hitam. Tekstur tapioka yang kenyal, dan rasa manis dari racikan teh yang dicampur dengan susu, sirup manis, creamer.

Bahan utama bubble adalah tepung tapioka, sehingga kandungan utama dalam bubble adalah karbohidrat. Bubble memiliki kandungan vitamin dan mineral yang sangat rendah dan mengandung sedikit serat.

Konsumsi bubble terlalu banyak dapat meningkatkan resiko terjadinya konstipasi atau sembelit. Selain itu jika mengkonsumsi bubble dengan menggunakan teh, maka akan ada kandungan fenol dan polifenol dalam teh yang menguntungkan untuk kesehatan jantung.

Dilansir dari World of Buzz (09/10), banyak ahli gizi yang mengklaim bahwa bubble tea merupakan minuman yang paling tidak sehat, karena mengandung gula tinggi dan lemak. Dua kandungan ini bisa berdampak buruk terhadap kesehatan, apalagi jika bubble tea diminum setiap hari.

Tidak dipungkiri peningkatan resiko sembelit dan resiko diabetes akan terjadi jika seseorang sering mengkonsumsi bubble tea. Dikarenakan bubble tea yang mengandung serat yang menyebabkan sembelit jika dikonsumsi secaa rutin.

Lain halnya dengan resiko diabetes, dikarenakan bubble tea mempunyai kadar gula yang tinggi dan kandungan karbohidrat dalam bubble yang tinggi maka menyebabkan minuman ini dapat meningkatkan resiko diabetes.

Salah satu alasan lainnya mengapa bubble tea merupakan minuman yang tidak sehat, karena bubble tea memiliki asam lemak tak jenuh. Kandungan ini digunakan untuk meningkatkan rasa dan tekstur makanan, akan tetapi lemak ini memiliki efek negatif untuk tubuh.

Lemak ini mendorong tingginya kadar kolestrol jahat (LDL), menurunkan kadar kolestrol baik (HDL), serta meningkatkan risiko terkena penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2.

Menurut data dari Livestrong, satu gelas bubble tea terdiiri dari 279 hingga 317 kalori. Selain kalori yang tinggi, kandungan karbohidrat dalam minuman ini bisa mencapai 48 hingga 56 gram karbo, yang mengambil 40% dari asupan karbohidrat yang dianjurkan per harinya.

The American Heart Association (AHA) merekomendasikan untuk membatasi jumlah gula tambahan. Bagi wanita, asupan gula yang dianjurkan adalah 100 kalori per hari atau sekitar 6 sendok teh gula. Bagi pria, asupan gula yang dianjurkan adalah 150 kalori per hari atau sekitar 9 sendok teh.

BIODATA

NAMA : VIRA NALIA MAHARANI

TTL : TANGERANG, 22 MEI 1999

NIM : 10011181722035

FAKULTAS : KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SRIWIJAYA

JURUSAN : ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved