Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Sriwijaya di Bukit Seguntang, Menelusuri 7 Makam Anggota Kerajaan
Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Sriwijaya di Bukit Siguntang, Menelusuri 7 Makam Anggota Kerajaan
Penulis: Tria Agustina | Editor: Sudarwan
Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Sriwijaya di Bukit Seguntang, Menelusuri 7 Makam Anggota Kerajaan
SRIPOKU.COM - Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Sriwijaya di Bukit Siguntang, Menelusuri 7 Makam Anggota Kerajaan
Kawasan wisata Bukit Seguntang, ada yang menyebut Bukit Sigutang, terletak di Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang, Sumatera Selatan.
Dikutip dari southsumatratourism.com, Bukit Seguntang merupakan titik tertinggi di Palembang dan mempunyai ketinggian kira-kira 30 meter di atas permukaan laut.
Bagi sebagian besar penduduk yang tinggal di sekitar bukit, tempat ini dianggap suci.
Bukit ini juga merupakan rumah bagi peninggalan arkeologi yang berkaitan dengan Kerajaan Sriwijaya, pada abad ke-6 hingga abad ke-13.
Taman yang sekaligus merupakan objek wisata situs arkeologi ini sangat rindang dan terdapat beberapa makam raja melayu di sini dan banyak tokoh penting lainnya.

Bukit Siguntang juga dikenal sebagai taman arkeologi karena di tempat ini pernah ditemukan beberapa artefak buddhisme yang menunjukkan Bukit Siguntang pernah dijadikan tempat pemujaan dan keagamaan kerajaan.
Beberapa arca yang ditemukan kemudian disimpan di Museum Nasional Jakarta.
Pada tempat yang lebih tinggi di dalam kompleks, terdapat beberapa makam yang dikatakan sebagai makam anggota Kerajaan Melayu-Sriwijaya dan beberapa pahlawan.
Dalam mitologi Melayu klasik, bukit Siguntang merupakan asal muasal dari raja-raja Melayu yang tersebar di Indonesia, Malaysia, Filipina Selatan dan Thailand Selatan.
• PNS Balai Besar Dibunuh Teman Kerja, Jasadnya Dicor
• Kronologi Pengakuan Pembunuh ASN Kementerian PU: dari Piutang Bisnis Hingga Sewa Pembunuh Bayaran
• Indra Sjafri Beberkan Rencana Setelah 2 Pemain Senior Batal Gabung Timnas U-23 Indonesia
Untuk menikmati pemandangan di bukit tersebut, kalian harus menapaki satu demi satu jalan setapak, yang dikelilingi oleh ratusan pohon dan batu besar.
Sesuai dengan namanya, Bukit Siguntang memang berada di perbukitan, di tengah pemukiman warga.
Dikutip dari pesonaindonesia.kompas.com, Bukit Siguntang Palembang dipercaya menjadi salah satu jejak petilasan peninggalan Kerajaan Sriwijaya.
Di sana, ada makam anggota Kerajaan Sriwijaya yang masih terawat hingga sekarang.
• Ramalan Bintang Cinta Sabtu 26 Oktober 2019: Rumput Tetangga Taurus Lebih Hijau, Aries Salah Paham
• Nyanyi Lagu Spesial Buat Anang, Kontestan Indonesian Idol Mirip Yuki Kato Ini Bikin Juri Menangis
• Video: Ilyas Pelaku Pembunuh ASN Kementrian PU Selain Jadi Pembunuh Bayaran Juga Ini Profesinya

Dulunya, berwisata di Bukit Siguntang, pengunjung disuguhkan beragam gazebo dan beberapa ruangan berisi makam-makam.
Ada juga beberapa menara, seperti Menara Pandang, Menara Buddha, aquarium, hingga situs Kerajaan Sriwijaya.
Namun sejak pertengahan 2016, wisata itu ditutup karena proses pemugaran besar-besaran oleh pemerintah pusat, mengubah drastis wajah Bukit Siguntang Palembang jadi lebih modern.
Barulah pada Februari 2019, Bukit Siguntang Palembang kembali dibuka dengan tarif masuk Rp 3.000 per orang. Kendaraan roda dua dikenakan biaya masuk Rp 1.500 dan kendaraan roda empat sebesar Rp 3.000.
Banyak perubahan yang terjadi, terlihat di kantor informasi Bukit Siguntang Palembang yang lebih layak. Ada juga kedai kopi, mushola, dan toilet yang lebih bersih.
• Bagikan Makanan untuk Pengemis Jalanan, Betrand Peto Akui Tiru Ayah, Ini Reaksi Ruben Onsu
• Kritik Persija Tiga Kali Ganti Pelatih, Robert Rene Alberts: Itu Rekor Dunia
• Dana Karhutla Belum Cair, Pangdam: Cari Utangan Dulu

Menyusuri sejarah
Kalian bisa mengunjungi galeri sejarah dan patung yang tersedia di bagian bawah Bukit Siguntang Palembang.
Sayangnya, ruang galeri ini belum dibuka, karena pemugaran belum diresmikan Dinas Budaya dan Pariwisata Sumsel.
Lalu, tujuh makam yang terpisah-pisah, kini sudah dinaungi oleh atap dan tanpa sekat.
Ada tujuh makam yang terawat rapi tersebut, yaitu makam Raja Sigentar Alam, Puteri Rambut Selako, Pangeran Batu Api, Pangeran Djunjungan, Puteri Kembang Dadar, Pangeran Bagus Karang, dan Pangeran Bagus Kuning.
Berdasarkan sejarah, Raja Sigentar Alam merupakan kakak kandung Datuk Sultan Iskandar atau lebih dikenal dengan nama Raja Parameswara dari Selat Malaka.
Raja Parameswara merupakan raja terakhir Singapura tahun 1389-1398.

Turis mancanegara yang sering datang dan berziarah ke makam di Bukit Siguntang Palembang berasal dari negara Malaysia, Tiongkok, Singapura, dan Thailand.
Mereka percaya bahwa Raja Sigentar Alam merupakan nenek moyangnya.
Bahkan pada perayaan Waisak setiap tahunnya, turis mancanegara dari Tiongkok sering menggelar ritual sembahyang di Bukit Siguntang Palembang, dengan menelusuri makam-makam tersebut.
Tahun ini, ada sekitar 500 orang turis Tiongkok datang mengunjungi Bukit Siguntang Palembang.
Ada juga beberapa ritual yang dipercaya para pengunjung.
Seperti membasuh muka dari air di dalam kendi yang terletak di atas makam Puteri Kembang Dadar.
Ritual ini dipercaya dapat membuat wajah lebih cerah dan menawan.
Ritual lainnya yaitu mencoba peruntungan menggunakan sepotong bambu berukuran panjang.
Para pengunjung yang sudah mengucapkan nazar, bisa membentangkan kedua tangannya dan mengukur di bambu tersebut.
Batasan bambu lalu ditandai dengan karet gelang.

Biasanya beberapa hari kemudian, mereka akan datang lagi berkunjung dan mengukur lebar bentangan kedua tangannya di bambu tersebut.
Jika bentangan tangan lebih panjang atau pendek dari batasan karet gelang tersebut, keinginannya akan terkabul.
Namun jika bentangan tangannya sama dengan batas karet gelang tersebut, keinginan pengunjung akan sulit terwujud.
Para pengunjung juga sering berdoa dan mengucap nazar di depan makam.
• Kabar Hangat Jelang Persib Vs Persija: Peringatan Umuh Buat The Jakmania dan Kekecewaan Bobotoh
• Fuix, Inilah Jadwal 8 Besar Liga 2 Baru, SFC Main Perdana 9 November
• Bagikan Makanan untuk Pengemis Jalanan, Betrand Peto Akui Tiru Ayah, Ini Reaksi Ruben Onsu
Jika keinginannya terwujud, biasanya mereka akan memberikan hadiah sesuai nazar kepada juru kunci Bukit Siguntang Palembang.
Nazar yang dimaksud misalnya memberikan ayam, burung, kambing, dan lainnya.
Satu lagi ritual yang sering dilakukan oleh pengunjung, yaitu mandi kembang seusai berdoa di depan makam.
Jika pengunjung tidak ingin mandi di Bukit Siguntang, mereka akan membawa kembang dari Bukit Siguntang Palembang untuk mandi di rumahnya masing-masing.