Kemarau dan Asap
Kemarau dan Asap Dalam Bingkai Sunnatullah
Kemarau,panas dan penomena asap di kota Palembang dan beberapa wilayah di Tanah Air cukup menyita perhatian banyak pihak.
Kemarau dan Asap Dalam Bingkai Sunnatullah
Oleh : John Supriyanto
Dosen Ilmu Al Qur’an dan Tafsir UIN Raden Fatah dan Sekolah Tinggi Ilmu Al Qur’an Al-Lathifiyyah Palembang
Kemarau, panas dan penomena asap di kota Palembang dan beberapa wilayah di Tanah Air beberapa bulan terakhir cukup menyita perhatian banyak pihak.
Bagaimana tidak, kemarau telah menyebabkan kekeringan dan menipisnya ketersediaan sumber air bersih.
Bagi masyarakat perkotaan mungkin kondisi ini tidak terlalu dirasakan, karena air bersih tidak begitu sulit didapatkan dengan adanya perusahaan air minum.
Namun berbeda halnya dengan mereka yang tinggal di pedesaan, mengingat sungai dan sumur tradisional merupakan sumber utama air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Begitu pula, cuaca yang sangat panas juga cukup mengganggu aktifitas, sehingga bagi mereka yang bekerja di ruang terbuka terpaksa mengurangi intensitas kerjanya.
Lebih dari itu, kemarau dan panas juga menyebabkan banyaknya kasus kebakaran, baik tempat tinggal dan lahan perkebunan maupun hutan.
Parahnya lagi, kebakaran lahan dan hutan ini menimbulkan efek buruk berupa asap yang sangat mengganggu kesehatan.
Akibatnya, di beberapa tempat kadar kepekatan volume asap telah melebihi batas maksimal dan dinyatakan berbahaya.
Tidak sedikit aktifitas layanan publik seperti sekolah dan kantor yang harus dihentikan sementara.
Pendek kata, kemarau, panas dan polusi asap menjadi hal serius yang telah mendatangkan banyak persoalan dan kerugian bagi masyarakat.
Kemarau dan musim panas sebenarnya merupakan siklus alami yang melingkupi kehidupan makhluk hidup sebagai rotasi sunnatullah yang biasa dan normal.
Sebagaimana halnya musim penghujan dan banjir berikut musim-musim lainnya yang juga mengikuti proses perjalanan waktu kehidupan.
Hal ini telah berlangsung sepanjang sejarah kehidupan umat manusia dan penghuni bumi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/yanto.jpg)