Kabut Asap Pekat

Penerbangan Delay Kualitas Udara di Angka 688 Berbahaya

Kabut asap pekat di udara Palembang membuat beberapa penerbangan delay.

Penerbangan Delay Kualitas Udara di Angka 688 Berbahaya
tribunsumsel.com/gandi
Kondisi bandara Sultan Machmud Badaruddin II Senin (14/10/2019) pagi. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kondisi kabut asap yang begitu pekat kembali terjadi Senin (14/10/2019).

Tak sedikit pengendara yang terpaksa memperlambat laju kendaraan mereka lantaran jarak pandang yang rendah.

Hal ini pun berdampak pada sejumlah jadwal penerbangan, baik domestik dan penerbangan dengan rute internasional.

Kepala Kantor AirNav Cabang Palembang , Ari Subandrio menjelaskan bahwa jarak pandang pagi ini hanya 50 meter dan itu cukup berpengaruh pada maskapai yang hendak mendarat ke Bandara SMB II Palembang.

"penerbangan yang terdampak Sriwijaya dari Jakarta, Wingsair dari Pekanbaru dan Airasia dari Kuala Lumpur," ujarnya.

Sampai berita ini dibuat, kata Ari belum ada satupun maskapai baik dan dari Bandara SMB II Palembang yang diberangkatkan.

"Sementara belum ada yang landing, ada yang menunggu berangkat dari bandara keberangkatan," ujarnya.

Dengan kondisi saat ini, pihak AirNav pun telah mengeluarkan Notice To Airmen (Notam) untuk maskapai sampai kondisi kabut asap dan jarak pandang membaik.

Berdasarkan pemantauan dari jadwal keberangkatan yang tertera di layar Informasi keberangkatan Maskapai Bandara SMB II Palembang, sedikitnya ada delapan penerbangan yang delay karena kabut asap.

Diantaranya, Sriwijaya Air tujuan Pangkal Pinang, Batik Air tujuan Jakarta, Garuda Indonesia Tujuan Jakarta, Wings Air tujuan Lubuk Linggau, Citilink tujuan Halim Perdana Kusuma, Xpress Air tujuan Jogjakarta, dan Citilink tujuan Batam

Sementara itu, Server milik Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) masih terpantau belum dapat diakses kembali dikarenakan server website yang masih down.

Oleh karenanya, Kepala Kantor BMKG Stasiun Kenten, Nuga Putrantijo menyebutkan pihaknya saat ini memantau kualitas udara di Kota Palembang khususnya secara manual.

"Server masih down, semua kita pantau manual. Terakhir angka kualitas udara kita di level Berbahaya 688 μgram/m3 pada pukul 08.00. Kami mengimbau agar masyarakat yang beraktifitas diluar ruangan untuk menggunakan masker," ujarnya..

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved