Berita Muratara

Minta Ganti Kepsek, Ratusan Siswa SMAN Surulangun Kabupaten Muratara Demo di Jalinsum

Ratusan siswa SMA Negeri Surulangun, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) tumpah ruah turun ke jalan, Senin (14/10/2019).

Minta Ganti Kepsek, Ratusan Siswa SMAN Surulangun Kabupaten Muratara Demo di Jalinsum
Tribunsumsel.com/Rahmat Aizullah
Ratusan siswa SMA Negeri Surulangun, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Muratara demonstrasi di Jalinsum, Senin (14/10/2019). 

"Kami ingin memperingati hari hari ulang tahun SMA Negeri Surulangun, tapi tidak mendapat dukungan dari kepala sekolah dan guru," tambahnya.

Menanggapi hal itu, Kepala SMA Negeri Surulangun, Suhairiah mengatakan, semua permasalahan yang disampaikan siswa-siswinya saat demonstrasi itu hanya miskomunikasi.

437 Hotspot Terdeteksi di Wilayah Kabupaten OKI, 145 Titik Hot Fire, Lahan Kebakaran Sulit Dijangkau

Siapkan Safe House di Bandara SMB 2 Palembang, Upaya Pemprov Sumsel Atasi Karhutla dan Kabut Asap

"Masalah kedisiplinan, aturannya sudah ada, siswa telat disuruh pulang, karena kita kepingin anak-anak ini disiplin. Kalau untuk guru memang belum diterapkan, kedepan akan kita terapkan juga aturan itu," katanya.

Ratusan siswa SMA Negeri Surulangun, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Muratara demonstrasi di Jalinsum, Senin (14/10/2019).
Ratusan siswa SMA Negeri Surulangun, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Muratara demonstrasi di Jalinsum, Senin (14/10/2019). (Tribunsumsel.com/Rahmat Aizullah)

Lanjut dia, mengenai lomba tingkat provinsi dimana justru SMK Negeri Rawas Ulu yang diberangkatkan, Suhairiah mengatakan hal itu merupakan hasil Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS).

"Untuk lomba ekstrakurikuler waktu itu, kenapa bukan kita yang diberangkatkan, karena itu MKKS yang menentukan, anak-anak kita ini salah paham," katanya.

Ia juga membantah dibilang sebagai kepala sekolah yang tidak mendukung kegiatan-kegiatan siswanya, karena selagi kegiatan itu positif ia sangat mendukung.

"Siapa yang tidak mendukung kalau kegiatan itu positif, anak-anak kita ini tidak paham, untuk mengadakan suatu acara itu butuh proses, karena ada anggaran yang harus dikeluarkan," terangnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Muratara, Devi Suhartoni menyempatkan diri mendatangi SMA Negeri Surulangun untuk mendengarkan secara langsung permasalahan yang terjadi.

Ia menyebutkan, selama ia menjadi Wakil Bupati sudah dua kali siswa SMA Negeri Surulangun mengadakan demonstrasi menuntut agar kepala sekolahnya diganti.

"Kejadian ini yang kedua kalinya, siswa turun ke jalan karena tidak senang lagi dengan kepala sekolah. Menurut saya ada yang salah dengan manajemen dan kepemimpinan sekolah ini," katanya.

SIARAN LANGSUNG Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Arab Saudi Live RCTI Nonton Via HP (Video)

BREAKING NEWS: Kualitas Udara Palembang di Level BERBAHAYA, Melonjak 835 μgram/m3, Server BMKG Down

Halaman
123
Editor: Sudarwan
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved