Bolos Sekolah Bermain Di Warnet, 30 Anak-Anak Ditangkap

Puluhan pelajar dan anak-anak yang sedang asyik bermain di warnet jam sekolah di Kelurahan Wira Karya Kecamatan Lubuklinggau Timur II.

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Puluhan pelajar dan anak-anak yang sedang asyik bermain di warnet jam sekolah di Kelurahan Wira Karya Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Kota Lubuklinggau berhamburan keluar saat melihat petugas razia gabungan.

Razia gabungan yang dilakukan Senin (14/10/2019) siang ini melibatkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) kota setempat.

Hasilnya sabanyak 30 anak-anak dan pelajar serta mahasiswa diamankan untuk pendataan.

Kasi Sarpas dan Logistik Sat Pol PP Kota Lubuklinggau, M Hakim mengatakan razia ini menindak lanjuti laporan dari masyarakat terkait banyaknya anak -anak sekolah yang bermain di jam sekolah.

"Hari ini dua kelurahan yakni Kelurahan Wira Karya dan Cereme Taba, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Besok akan dilanjutkan lagi," ungkap Hakim saat dibincangi Tribunsumsel.com.

Hakim mengatakan anak-anak sekolah dan pelajar itu diangkut menuju Kantor Camat Lubuklinggau II.

Kemudian akan dilakukan pendataan dan diberikan imbauan supaya tidak mengulangi perbuatannya.

"Kita lihat KTP mereka, ada satu mahasiswa, kalau masyarakat umum dan sudah dewasa kita lepaskan.

Untuk anak-anak kita lakukan pendataan dan panggilan orang tuanya," ujarnya.

Kabid Wasdal DPMPTPSP Kota Lubuklinggau, Yean Verayanti, mengatakan razia warnet ini dalam rangka penegakan peraturan wali kota (Perwal) no 11 tahun 2019 dan instruksi wali kota tentang keamanan dan ketertiban umum.

"Poinnya kita mendata jumlah warnet yang mempunyai izin atau pun warnet yang iziinnya telah habis," kata Vera.

Kemudian menindak lanjuti masalah jam operasional warnet, dalam Perwal itu dijelaskannya, jam operasional warnet di Kota Lubuklinggau hanya sampai pukul 22.00 WIB dan menindak anak-anak yang bermain warnet di jam sekolah.

"Khususnya anak-anak yang menggunakan atribut sekolah, kita juga melihat konten-konten yang mereka buka. Apakah ada konten pornografi atau tidak yang disediakan pihak pengelola warnet," terangnya.

Berdasarkan catatan BPPRD jumlah warnet yang mempunyai izin
di Kota Lubuklinggau saat ini ada 15 warnet. Itulah sebabnya mereka melakukan pendataan apakah masih ada warnet yang tidak berizin.

Editor: Refly Permana
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved