8 Penyakit ini Bisa Dihindari dengan Aktivitas Fisik: Tekanan Darah Tinggi hingga Rasa Cemas

Gaya hidup sehat seperti makan teratur, aktivitas fisik, dan mengelola stres dapat membuat Anda menjadi lebih bahagia. Terutama jika hidup di kota-kot

8 Penyakit ini Bisa Dihindari dengan Aktivitas Fisik: Tekanan Darah Tinggi hingga Rasa Cemas
Kolase Sriwijaya Post/Net
Jaga kesehatan dengan berolahraga - 8 Penyakit ini Bisa Dihindari dengan Aktivitas Fisik: Tekanan Darah Tinggi hingga Rasa Cemas, Kolesterol Tinggi, . . . 

SRIPOKU.COM - Gaya hidup sehat seperti makan teratur, aktivitas fisik, dan mengelola stres dapat membuat Anda menjadi lebih bahagia. Terutama jika hidup di kota-kota besar yang tingkat polusinya tinggi.

Tubuh sehat dan bugar merupakan impian semua orang. Namun, impian tetaplah impian jika Anda tidak melaksanakan gaya hidup sehat.

Dikutip dari Mayo Clinic: Family Health Book terbitan Intisari, keputusan untuk melakukan aktivitas fisik merupakan investasi bagi masa depan Anda.

Menciptakan Sel Otak Baru dengan Aktivitas Fisik

Aktivitas Fisik Sederhana Bakar Kalori

Dengan sedikit investasi waktu untuk melakukan aktivitas fisik, maka risiko Anda terkena delapan penyakit berikut akan menurun:

1. Tekanan Darah Tinggi
Aktivitas fisik penting sebagai upaya mencegah atau mengendalikan tekanan darah tinggi. Aktivitas akan memacu jantung yang terdiri dari otot untuk memompa lebih banyak darah. Dampaknya, jantung akan lebih kuat dan tekanan darah pun berkurang.

Ilustrasi - Tekanan darah tinggi.
Ilustrasi - Tekanan darah tinggi. (https://revijazarja.si/)

2. Kolesterol Tinggi
Aktivitas fisik sehari-hari dapat menurunkan kadar kolesterol LDL 15 persen dan meningkatkan kadar kolesterol HDL 20 persen. Kolesterol LDL merupakan kolesterol “jahat”, begitu juga sebaliknya. Aktivitas teratur juga membantu mengurangi trigliserida, sejenis lemak darah lainnya (lipid).

Aktivitas yang dipercaya dapat menurunkan kolesterol LDL adalah aerobik yang menstimulasi jantung dan paru-paru untuk bekerja lebih. Sehingga, lemak LDL tidak akan menyumbat arteri yang berisiko menimbulkan penyakit jantung koroner.

3. Diabetes
Hidup di kota besar seperti Jakarta seringkali menuntut Anda untuk memakan makanan instan yang mengandung gula dengan jumlah banyak. Anda dapat menyeimbangkannya dengan aktivitas fisik yang dapat berpengaruh pada hormon insulin (hormon yang mengendalikan karbohidrat dan gula pada metabolisme tubuh).

Ilustrasi
Ilustrasi (sripoku.com/herwis)

Hormon insulin akan cenderung lebih sensitif setelah Anda melakukan aktivitas fisik. Sehingga, glukosa atau kadar gula dalam darah Anda akan turun jika Anda juga mengonsumsi makanan yang sehat.

4. Penyakit Jantung Koroner dan Stroke
Penyakit jantung koroner adalah kerusakan pada pembuluh darah yang memasok darah ke jantung. Sedangkan stroke adalah penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah yang memasok darah ke otak. Dengan melakukan aktivitas fisik, Anda akan terhindar dari penyakit-penyakit tersebut dengan mencegah atau memperlambat penyumbatan pembuluh darah.

Halaman
12
Editor: Bejoroy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved