Berita Palembang

Marah Disertai Buka Pantat di Depan Umum, Seorang Wanita di Palembang Dilaporkan Tetangga ke Polisi

Marah Disertai Buka Pantat di Depan Umum, Seorang Wanita di Palembang Dilaporkan Tetangga ke Polisi

Marah Disertai Buka Pantat di Depan Umum, Seorang Wanita di Palembang Dilaporkan Tetangga ke Polisi
SRIPOKU.COM/ANTON
Marah Disertai Buka Pantat di Depan Umum, Seorang Wanita di Palembang Dilaporkan Tetangga ke Polisi 

Marah Disertai Buka Pantat di Depan Umum, Seorang Wanita di Palembang Dilaporkan Tetangga ke Polisi

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - RAZ, seorang pria berusia 45 tahun, warga kawasan Kelurahan 5 Ulu Kecamatan Seberang Ulu I Palembang melaporkan tetangganya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Selasa (8/10/2019).

RAZ merasa tidak senang dengan perbuatan It, seorang wanita berusia 30 tahun, karena telah pamer pantat atau bokong di depan orang ramai pada Rabu (25/9/2019) lalu sekitar pukul 08.30.

Menurut RAZ, sebelum terjadinya perbuatan asusila RAZ mengaku sering cekcok dengan It sehingga sering terjadi pertengkaran antara keduanya.

Namun pada saat peristiwa kejadian di depan rumah RAZ, It marah-marah tanpa adanya sebab disertai membuka bagian tubuh (pantat) menunjukkannya ke arah pelapor dihadapan orang banyak.

Busett! Gara-gara Pernah Diremas, Model Brasil ini Asuransikan Pantatnya Hingga 4 Miliar Rupiah!

Wow! 7 Selebriti Ini Asuransikan Bagian Tubuh Mulai dari Payudara, Pantat hingga Sperma

Gerebek Narkoba, Pantat Brigpol Edwin Diterjang Timah Panas

"Ya pak saya sangat malu dengan perbuatan dia apalagi dilakukan di muka umum pak.

Saya tunggu itikad baik dari dia pak, tapi malah terus mencari masalah dengan saya pak hingga saya tidak tahan dengan tetangga saya itu dan melaporkannya ke sini (SPKT-red)," katanya.

Sementara Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara melalui Kepala SPKT Polresta Palembang, AKP Heri membenarkan adanya laporan terkait perbuatan asusila di muka umum yang dilakukan tetangga korban.

"Benar kalau anggota kita menerima laporan tersebut dan dilakukan oleh tetangga korban sendiri, atas perbuatan itu korban membuat laporan polisi.

Bila terlapor terbukti bersalah akan dikenakan pasal 281 KUHP dengan ancaman penjara dua tahun delapan bulan," ujarnya.

Penulis: Andi Wijaya
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved