Berita PALI

Kebakaran di PALI Meningkat karena Api Sulit Dijangkau, PBK akan Dirikan Posko di Kecamatan

Musibah kebakaran, baik pemukiman warga serta hutan dan lahan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir atau PALI meningkat.

Kebakaran di PALI Meningkat karena Api Sulit Dijangkau, PBK akan Dirikan Posko di Kecamatan
SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA
Kepala Dinas PBK PALI, Ibrahim Cik Ading turun langsung membantu memadamkan api yang membakar lahan milik warga. 

Laporan wartawan sripoku.com, Reigan

SRIPOKU.COM, PALI -- Musibah kebakaran, baik pemukiman warga serta hutan dan lahan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir atau PALI meningkat seiring memasuki puncak musim kemarau, Selasa (8/10/2019).

Berdasarkan data dari Dinas Penanggulangan Bahaya Kebakaran (PBK) Kabupaten PALI kasus kebakaran pemukiman warga hingga Bulan September ada 14 kasus.

Dimana rinciannya, Bulan Mei 4 kasus kebakaran, Juni 1, Juli 2, Agustus 5 dan Bulan September 2 kasus kebakaran.

Selain menanggulangi kebakaran pemukiman penduduk, PBK PALI juga dikerahkan untuk menanggulangi kasus Kebakaran Hutan dan Lahan, bersinergi dengan BPBD PALI.

Data rekapitulasi kebakaran hutan dan lahan, Bulan Juli 3 Kasus Karhutla, Agustus 1 Kasus dan meningkat di Bulan September dengan 21 Kasus Karhutla selain data dari BPBD.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas PBK PALI, Ibrahim Cik Ading mengaku bahwa pihaknya sejauh ini bertugas semaksimal mungkin, meski dengan sarana prasana (Sarpras) secukupnya.

"Kendala lain kita dilapangan, ialah jarak yang cukup jauh, sehingga sulit dijangkau. Karena posko kebakaran saat ini hanya ada di Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI," ungkapnya, Selasa (8/10/2019).

Deteksi Dini Aliran Kepercayaan dan Keagamaan, Forkopinda Lahat Lakukan Rapat Kordinasi

Mantan Kades di OKU Timur Ini Siap Ikuti Mekanisme Partai, Perjuangkan Nasib Petani OKU Timur

Sekwan DPRD Sumsel Akui 10 SK Anggota Wakil Rakyat Tergadai

Menurut dia, guna memberikan pelayanan prima, pihaknya kedepan mewacanakan bakal mendirikan posko penanggulangan kebakaran di Tiap Kecamatan di Bumi Serapat Serasan.

Hal ini, kata dia, guna mempercepat langkah penanggulangan kebakaran ketika ada kejadian. Dimana, sejauh ini saat ada kasus kebakaran, misalnya rumah cukup jauh dijangkau, petugas tiba rumahnya telah habis dilalap api.

Selain itu, jelas Ibrahim, tak hanya mendirikan posko, pihaknya juga bakal melengkapi serta menambah armada Damkar seperti mobil tengkibair.

"Selain Armada harus banyak kita juga mengasah skil atau kemampuan dari petugas agar bertugas lebih sigap dan cepat," ujarnya.

Saat ini, lanjut dia, Armada Damkar hanya memiliki 3 mobil dan 1 mobil tangki sir dengan kapasitas lumayan besar 1500 liter. Kemudian dilengkap selang serta nozzel sepanjang 20 meter masing-masing 5 selang di mobil Damkar.

"Percuma alat lengkap kalau SDM belum paham mengoperasionalkan alat tersebut dan mental petugas dilapangan belum siap hadapi kebakaran yang terjadi. Jadi untuk meningkatkan kemampuan, kita bakal lalukan pelatihan," katanya.

"Namun wacana tersebut masih akan kita ajukan ke pimpinan, dalam hal ini pak Bupati," katanya.(cr2)

Penulis: Reigan Riangga
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved