Lengkap, Menkominfo Penuhi Lima Target Startup Unicorn Tahun 2019

Lima startup Indonesia sudah berstatuskan unicorn. Menkominfo yakin, satu lagi akan menyusul di tahun ini.

Lengkap, Menkominfo Penuhi Lima Target Startup Unicorn Tahun 2019
SRIPOKU.COM/REFLI PERMANA
Stan aplikasi OVO yang ada di salah satu mall di Palembang. Foto diambil beberapa waktu yang lalu. 

SRIPOKU. COM - Menteri Komunikasi dan Informatika ( Menkominfo), Rudiantara mengatakan pihaknya menargetkan lima startup asal Indonesia bisa berstatuskan unicorn di tahun ini.

Dan, target tersebut sudah tercapai setelah penyedia layanan pembayaran elektronik besutan Grup Lippo, Ovo, diklaim sudah berstatuskan startup unicorn,

Sebelumnya, ada Gojek, Bukalapak, Tokopedia, dan Traveloka.

Melamar Kerja di Startup atau Unicorn, Fresh Graduate Harus Simak Hal-hal Berikut Ini!

Lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Tridinanti Palembang Diharapkan Dapat Membuka Unicorn Baru

Jadi Bahasan di Debat Calon Pilpres, Ini 4 Unicorn Indonesia

Dari kesemuanya, Gojek memegang valuasi paling tinggi dengan nilai di atas 10 miliar dollar AS sehingga disebut pula dengan julukan lain, yakni “decacorn”.

“Saya sudah bicara dengan founder-nya, dan memang iya (sudah jadi unicorn).

Makanya saya berani bicara setelah saya konfirmasi,” ujar Rudiantara, dirangkum KompasTekno dari Antara, Senin (7/10/2019).

Ovo, penyedia layanan pembayaran elektronik besutan Grup Lippo, ditaksir memiliki valuasi sebesar 2,9 miliar dollar AS atau sekitar Rp 41 triliun oleh firma analis perusahaan CB Insight.

Meski Jatuh-Bangun, Mata Uang Digital Akan Bertahan di Masa Depan

Venezuela Berencana Luncurkan Mata Uang Digital Petro

17 Negara yang Melarang Penggunaan Mata Uang Digital Seperti Bitcoin, Thailand sejak Juli 2013

Angka tersebut, menurut CB Insight, sudah dicapai sejak 14 Maret 2018. Ovo pun menjadi startup kelima dari Indonesia yang digelari “unicorn”, mengacu pada valuasi di atas 1 miliar dollar AS.

Tak berhenti di situ, Rudiantara turut mengungkap bahwa ada startup lain yang memiliki kemungkinan menjadi unicorn sebelum akhir tahun ini.

Dia memberi isyarat bahwa startup itu bergerak di sektor pendidikan.

“Secara logika, 20 persen APBN pemerintah untuk pendidikan, 5 persen untuk kesehatan. Jadi, masa sih tidak ada unicorn dari sektor itu?” pungkas Rudiantara.

Ovo menjadi layanan dompet digital yang masuk daftar 5 besar di Indonesia, menurut survei iPrice Group.
Adapun 5 besar aplikasi dompet digital di Indonesia dengan pengguna terbanyak, secara berurutan adalah Go-Pay, OVO, Dana, LinkAja, dan Jenius.

Sementara, jumlah unduhan aplikasi terbanyak dipegang oleh Go-Pay, OVO, Dana, LinkAja, dan i.saku.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menkominfo: Ovo Jadi "Startup Unicorn" Kelima dari Indonesia",

Editor: Refly Permana
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved