Berita Palembang

Kejari Palembang Tahan Tersangka Markup Nilai Agunan untuk Dapat Pinjaman dari Bank

Jaksa Penuntut Umum Kejari Palembang menahan tersangka kasus tindak pidana korupsi pemberian fasilitas kredit modal kerja Bank.

Kejari Palembang Tahan Tersangka Markup Nilai Agunan untuk Dapat Pinjaman dari Bank
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Augustinus Tersangka markup nilai agunan untuk dapat pinjaman modal di Bank diserahkan dari Kejati Sumsel ke Kejari Palembang dan kemudian langsung ditahan. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Jaksa Penuntut Umum Kejari Palembang menahan tersangka kasus tindak pidana korupsi pemberian fasilitas kredit modal kerja bank yang menimbulkan kerugian negara Rp 13,8 miliar di Rutan Pakjo Palembang, Selasa (1/10).

Tersangka yang ditahan tersebut yakni Ir Augustinus Judianto (50), warga Jalan Baranangsiang Indah Kelurahan Katulampa Bogor Jawa Barat yang merupakan komisaris dan juga Direktur PT Gatramas Internusa selaku pihak perusahaan tambang minyak di Kalimantan, penerima fasilitas kredit modal yang dikucurkan oleh bank.

Ketika ditemui Sriwijaya Post, Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel, Khidirman mengatakan, pihaknya dari Kejati Sumsel menyerahkan tersangka dan barang bukti dalam kasus ini ke Jaksa Penuntut Umum Kejari Palembang karena berkas perkara tersangka sudah dinyatakan lengkap.

"Usai dilimpahkan, tersangka dilakukan penahanan selama 20 hari kedepan dalam rangka persiapan persidangan," ungkapnya.

Lanjutnya, adapun modus tersangka dalam kasus korupsi ini yakni tersangka menjaminkan agunan berupa alat bor pertambangan minyak dan dua bidang tanah yang berlokasi di Jawa Barat, dengan melakukan markup atau menaikan harga agunan yang dijaminkan dari nilai agunan yang sebenarnya.

Warga Kuripan OKU Selatan Dihebohkan Banyak Ikan Mati di Sungai Selabung

Baru Dua Hari Menjabat Anggota DPRD Kota Palembang Sudah Menerima Gaji

Unik! Desa Ini tak Ada Anak Laki-laki yang Lahir Selama Satu Dekade, Nyaris Seluruh Penghuni Wanita

"Jadi harga aset yang menjadi agunan ini, dinaikan atau dimarkup oleh tersangka supaya aset tersebut nilainya sesuai dengan kredit modal usaha yang dilakukan tersangka, hingga akhirnya uang senilai Rp 15 miliar dikucurkan oleh bank ke perusahaan tersangka," katanya.

Lebih jauh ia mengatakan, namun berjalannya waktu ternyata pembayaran kredit tersangka macet hingga hal tersebut diketahui oleh jaksa penyidik Kejati Sumsel lalu dilakukan penyelidikan.

"Berdasarkan penyelidikan inilah kita temukan tidak pidana korupsi yang terjadi, yang mana berdasarkan audit BPK terjadi kerugian negara sebesar Rp 13 miliar," tegasnya.

Dari itulah sambungnya, Kejati Sumsel menetapkan Ir Augustinus Judianto sebagai tersangka.

"Sedangkan untuk tersangka baru dalam kasus ini, kami masih menunggu fakta-fakta persidangan tersangka yang dalam waktu dekat sidangnya segera digelar," tutupnya.

Sementara Kasi Pidsus Kejari Palembang, Andi Andri Utama menambahkan, penahanan tersangka dilakukan pihaknya karena berkas perkara tersangka telah dinyatakan lengkap. 

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved