Berita Muratara

Berlumpur Setinggi Lutut Orang Dewasa, Jalan Poros Desa di Muratara Ini Akhirnya Diperbaiki

"Setiap hari kami melewati jalan berlumpur, berangkat susah, pulang juga susah," kata Supriyadi, warga setempat, Kamis (26/9/2019).

Berlumpur Setinggi Lutut Orang Dewasa, Jalan Poros Desa di Muratara Ini Akhirnya Diperbaiki
TRIBUN SUMSEL.COM/Rahmat Aizullah
Kondisi jalan berlumpur sebelum diperbaiki di Dusun IV Desa Beringin Makmur II, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara. 

SRIPOKU.COM, MURATARA - Jalan poros menuju Dusun IV Desa Beringin Makmur II, Kecamatan Rawas Ilir Muratara akhirnya diperbaiki.

Sebelumnya jalan tersebut rusak parah, bahkan kedalaman lumpur di sejumlah titik hampir setinggi lutut orang dewasa.

Setiap warga yang ingin berangkat kerja, pergi ke kebun maupun anak-anak berangkat ke sekolah selalu mengeluh saat melewati jalan tersebut.

"Setiap hari kami melewati jalan berlumpur, berangkat susah, pulang juga susah," kata Supriyadi, warga setempat, Kamis (26/9/2019).

Ia berterima kasih ada perhatian pemerintah untuk memperbaiki jalan yang menjadi akses keluar masuk perkampungan warga itu.

Namun ia menyayangkan tidak ada kepedulian dari pihak perusahaan yang beraktivitas di wilayah itu sebelum jalan diperbaiki pemerintah.

Padahal jalan itu merupakan akses menuju sejumlah perusahaan besar yang bergerak di bidang perkebunan sawit dan tambang batu bara.

Terkait Kematian Hermansyah dengan Kaki Kirinya Putus, Penyidik Polsek SU I Periksa Dua Orang

Sertifikat Tanah Belum Diurus Padahal Biaya sudah Diberikan, Hendra Polisikan Staf Notaris

SMK PP Negeri Sembawa Raih Juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah dan Poster Dies Natalis FP UNSRI

"Banyak aktivitas perusahaan lewat jalan ini, ada perusahaan sawit, ada juga perusahaan tambang batu bara, tapi tidak ada perhatian mereka," ujarnya.

Edwin warga lainnya menambahkan, jalan tersebut merupakan akses vital bagi anak-anak sekolah dan masyarakat yang ingin berbelanja ke pasar.

"Anak sekolah maupun ibu-ibu yang ingin belanja tiap hari lewat jalan ini, karena lebih dekat. Kalau jalan lain jauh, empat kali lipat dari ini, sekitar dua jam lebih," katanya.

Ia berharap, jalan tersebut tidak hanya diperbaiki dengan cara pengerasan batu koral saja, tetapi dibangun rigit beton atau pengaspalan.

"Kalau hanya pengerasan seperti ini saja dalam waktu dekat akan rusak lagi. Apalagi kalau sering dilewati mobil berat. Harapan kami, ini dibangun beton atau aspal," harapnya. (cr14)

Laporan wartawan Tribun Sumsel.com/Rahmat Aizullah

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved