Berita Palembang

Sertifikat Tanah Belum Diurus Padahal Biaya sudah Diberikan, Hendra Polisikan Staf Notaris

kliennya ini hendak mengurus sertifikat tanah untuk dibalik nama kepada terlapor, dan disepakatilah biaya pengurusannya mencapai Rp 19 juta.

SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Hendra didampingi kuasa hukum melapor ke Polresta Palembang, lantaran tertipu urus sertifikat tanah tak kunjung selesai, Kamis (26/9). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG--Sertifikat tanah tak kunjung diurus usai diberikan uang Rp 19 juta Hendra (32) warga Jalan Sri Gading I Kelurahan Tanah Mas, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin didampingi kuasa hukumnya Lukman Nauli (27) datangi Polresta Palembang.

Maksud tujuan Hendra bersama kuasa hukumnya Lukman hendak melaporkan Bin (45) seorang staff di kantor salah satu Notaris di Palembang karena diduga belum melakukan pengurusan sertifikat tersebut sementara uang sudah diberikan.

Lukman mengatakan, kliennya ini hendak mengurus sertifikat tanah untuk dibalik nama kepada terlapor, dan disepakatilah biaya pengurusannya mencapai Rp 19 juta.

"Usai harga disepakati klien saya menemui terlapor di kantor Notaris di Kecamatan IB I Palembang pada Jumat (20/7) sekitar pukul 13.30 ," ungkap Lukman kepada petugas piket Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Kamis (26/9).

Namun terlapor tidak kunjung mengurus sertifikat tanah tersebut.

"Klien saya beberapa waktu lalu pernah menanyai terlapor terkait perkembangan sertifikat yang diurusnya tersebut, namun katanya masih proses," katanya.

BREAKING NEWS - Pasca Demo Presiden Mahasiswa Unsri Hampir Di Culik Orang Tak Dikenal

BREAKING NEWS: Bayi 14 Bulan di OKU Selatan Nyaris Tewas Dianiaya Ayah Tiri, Sekujur Tubuh Membiru

Divonis Seumur Hidup, Prada DP akan Dipenjara Sampai yang Bersangkutan Meninggal Dunia di Penjara

Tetapi, hingga saat ini sertifikat tanah tersebut tidak kunjung selesai.

"Klien saya curiga, lantas langsung diceknya di Tempat Kejadian Perkara (TKP), dan ternyata sertifikat tanah yang ingin dibalik nama tersebut belum diurus-urus hingga saat ini," ungkapnya kembali.

Tak terima dan merasa dipermainkan, korban bersama kuasa hukumnya sepakat membawa kasus ini ke ranah hukum.

"Sertifikat tanah yang diurus dia tidak jelas hingga saat ini tidak kunjung diurus, sehingga klien saya merasa dipermainkan makanya melaporkan ke Polresta Palembang," katanya.

Sementara, Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Yon Edi Winara melalui Kepala SPKT Polresta Palembang AKP Heri membenarkan adanya laporan terkait dengan kasus penipuan dan penggelapan yang dialami korban.

"Laporan sudah kita terima dan akan ditindaklanjuti oleh unit Reskrim Polresta Palembang, untuk terlapor bila terbukti bersalah terancam hukuman penjara selama empat tahun penjara," tutupnya. (diw). ‎

Editor: Tarso
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved