Breaking News:

Berita PALI

Diguyur Hujan Deras, Tapi Tak Mengurangi Kebakaran yang Terjadi di Kabupaten PALI

Meski sebagian wilayah di Kabupaten PALI diguyur hujan deras sejak kemarin, namun masih belum mampu mengurangi kebakaran hutan dan lahan.

Penulis: Reigan Riangga | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA
Satgas Anti Karhutla sejak lima hari terakhir berjibaku memadamkan api di lahan gambut di Desa Pengabuan Kecamatan Abab Kabupaten PALI 

Laporan wartawan sripoku.com, reigan

SRIPOKU.COM, PALI -- Sebagian wilayah di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) diguyur hujan deras sejak kemarin.

Namun masih belum mengurangi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Rabu (25/9/2019).

Tercatat, ratusan orang dari Satuan Tugas (Satgas) anti karhutla, dari TRC BPBD PALI, TNI, Polri serta dibantu warga sekitar sejak lima hari terakhir terus berjibaku memadamkan api.

Sedikitnya, hingga hari ke-5 kebakaran hutan ini telah menghanguskan 75 hektar lahan di Desa Pengabuan Kecamatan Abab Kabupaten PALI.

Kepala BPBD PALI, Junaidi Anuar menuturkan, hujan yang turun pada Selasa (24/9/2019) kemarin, itu bersifat sesaat.

Dimana, berdasarkan perakiraan dari BMKG, bahwa musim kemarau akan berakhir pada minggu kedua Bulan Oktober 2019.

BI 7-Day Reverse Repo Rate Menjadi 5,25 Persen, Sebagai Respon Atas Perlambatan Ekonomi Global

Motor Pinjaman untuk Menjemput Pacar Justru Dalarikan Pacarnya Membuat Selvia Melapor Polisi

Sripo dan Tribun Sumsel akan Menggelar Bursa Kerja, Langsung Wawancara Kerja dengan Perusahaan

"Tim karhutlah tetap disiagakan dan pemadaman tetap berlangsung, hari ini tim karhutlah sedang memadamkan api di lahan plasma milik PT.GBS Desa Pengabuan lebih kurang 75 HA," ungkap Junaidi, Rabu.

Menurut dia, lahan terbakar tersebut ialah, lahan plasma, lahan gambut atau lahan tidur.

"Saat ini cuacanya juga sedang rintik, 31 petugas BPBD, 15 Personil TNI dan 5 polisi dibantu warga terus memadamkan api," jelasnya.

Namun begitu, lanjut Junaidi, pihaknya belum bisa menyimpulkan dugaan api berasal dari mana?, disengaja atau tidak.

Mengingat lahan terbakar cukup luas mencapai 75 hektar, sehingga penyelidikan ada ranah pihak kepolisian.

Dari itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat mari peduli dengan bencana.

"Kalau ada api muncul, harap segera dimatikan dan kita juga harapkan warga tidak membuat api sembarangan," jelasnya.(cr2)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved