Berita Muaraenim

Kualitas Udara di Kecamatan Tanjung Agung dan Lawang Kidul Muaraenim Masuk Katagori tidak Sehat

Hasil Pemeriksaan BLH, kualitas udara di Kecamatan Lawang Kidul dan Tanjung Agung Kabupaten Muaraenim masuk dalam katagori tidak sehat.

Kualitas Udara di Kecamatan Tanjung Agung dan Lawang Kidul Muaraenim Masuk Katagori tidak Sehat
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Muaraenim ternyata khusus di Kecamatan Lawang Kidul dan Tanjung Agung masuk kategori Tidak Sehat dihalaman Kantor Pemkab Muaraenim, Kamis (19/9). 

Laporan wartawan sripoku.com, Awijaya

SRIPOKU.COM, MUARAENIM - Hasil Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Per Agustus 2019 yang dilakukan oleh Badan Lingkungan Hidup atau BLH Kabupaten Muaraenim ternyata khusus di Kecamatan Lawang Kidul dan Tanjung Agung masuk kategori Tidak Sehat.

"Sampel ini kita lakukan acak di lima kecamatan per Agustus 2019. Untuk bulan September minggu depan akan diambil kembali sampelnya sesuai kebutuhan," kata Kepala BLH Muaraenim Ir Kurmin didampingi Kepala UPT Laboratorium Lingkungan BLH Kabupaten Muaraenim Natasha SSi, Kamis (19/9/2019).

Menurut Kurmin, penggolongan kategori tersebut masih mengacu pada Keputusan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan No 107 Tahun 1997 Tanggal 21 November 1997.

Dimana dalam kualitas udara dibagi dalam lima jenis yakni Baik, Sedang, Tidak Sehat, Sangat Tidak Sehat dan Berbahaya.

Dari pengetesan pada bulan Agustus 2019 lalu, dari lima kecamatan yang dipilih ternyata ada dua kecamatan yang kualitas udara Tidak Sehat yakni kecamatan Lawang Kidul dan Tanjung Agung.

Ditambahkan Natasha, dari hasil pengukuran alat HVAS (High Volune Air Sampler) atau alat pengukur kualitas udara, dari lima kecamatan yang dipilih yakni Gelumbang, Ujan Mas, Muaraenim, Lawang Kidul dan Tanjung Agung, ternyata kecamatan Lawang Kidul kualitas udaranya 145 dan Tanjung Agung kualitas udaranya 133 (Tidak Sehat).

Alat Pemancar PT Smartfren Tbk Hilang Dicuri Orang di 11 Lokasi dalam Wilayah Kota Palembang

Minta Urus Orang Lain Buat Sertifikat Tanah, Darmawi Warga Karya Baru Tertipu Hingga Rp 105 Juta

Bareng Astra Daihatsu Puluhan Anak Penderita Thalassaemia Nikmati Fun Day ke OPI Mall

Sedangkan Kecamatan Muaraenim 96, Kecamatan Ujan Mas 87 dan Kecamatan Gelumbang 84 ketiganya kategori Sedang.

Masih dikatakan Natasha, adapun untuk rentang kualitas udara dibagi dalam lima kategori. Untuk kategori Baik 0 - 50 tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan maupun nilai estitka.

Kategori Sedang 51-100 tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif dan nilai estitika.

Kemudian, untuk kategori Tidak Sehat 101-199 Tingkat kualitas udara yang bersifat merugikan pada manusia ataupun hewan yang sensitif atau bisa memberikan kerusakan pada tumbuhan dan nilai estitika.

Lalu, kategori Sangat Tidak Sehat 200-299 Tingkat kualitas udara yang dapat merugikan kesehatan sejumlah segmen populasi yang terpapar.

Dan terakhir kategori Berbahaya 300 lebih Tingkat kualitas udara Berbahaya yang secara umum dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi.

"Kedepan, bulan ini, kita akan mencoba di daerah yang banyak titik hotspot api," tukasnya.(ari)

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved