Berita Palembang

Minta Urus Orang Lain Buat Sertifikat Tanah, Darmawi Warga Karya Baru Tertipu Hingga Rp 105 Juta

Tertipu dalam hal pembuatan sertifikat hak milik atas tanah kepemilikan membuat Darmawi Akat (29) warga Kelurahan Karya Baru tertipu Rp 105 juta.

Minta Urus Orang Lain Buat Sertifikat Tanah, Darmawi Warga Karya Baru Tertipu Hingga Rp 105 Juta
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Lantaran tertipu dalam membuat sertifikat tanah membuat Darnawai melapor ke Polresta Palembang, Kamis (19/9). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --Tertipu dalam hal pembuatan sertifikat hak milik atas tanah kepemilikan membuat Darmawi Akat (29) warga Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Karya Baru, Kecamatan Alang-alang Lebar (AAL) Palembang alami kerugian Rp 105 juta.

Kejadian ini terjadi pada 25 Juni 2019 lalu di rumah pelapor sekitar pukul 13.00.

"Saya waktu itu memang mencari orang yang bisa mengurus pembuatan sertifikat tanah, kemudian datang Kol (28) menawarkan diri untuk mengurus hal tersebut," katanya, Kamis (19/9).

Dirinya menuturkan, bahwa dirinya tidak terlalu akrab dengan terlapor hanya saja mengenalnya melalui temannya.

"Ya pak terlapor ini tidak terlalu saya kenal karena dia ini temannya teman saya sesama wiraswasta pak," katanya.

Kemudian pelapor memberikan uang Rp 105 juta kepada terlapor.

"Usai saya berikan uangnya dia langsung pergi dan beberapa hari kemudian terlapor memberikan sertifikat tanah tersebut," katanya.

Layanan Pos Express Dari PT Pos Indonesia, Kiriman Pempek Lebih Cepat Sampai Dalam Satu Hari

Udara Kota Palembang di Level Berbahaya, Disdik Sumsel Anjurkan Jam Masuk Sekolah Jadi Pukul 09.00

Pertamina Sumbagsel Tetap Salurkan BBM di tengah Kabut Asap yang Menyerang

Namun sertifikat tanah yang diberikan terlapor tersebut keluaran tahun 1987 sedangkan pengajuan itu dibuat tahun ini.

"Saya heran pak dengan sertifikat yang diberikan, lantas saya cek ke dinas bersangkutan ternyata nomor sertifikat tanah itu tidak terdaftar pak," ungkapnya.

Lanjutnya, awalnya ingin melaporkan kejadian tersebut usai ditipunya tapi dirinya menunggu itikad baik dari terlapor.

"Saya tunggu-tunggu itikad baik dari dia pak tapi hingga saat ini tak kunjung ada pak hingga saya laporkan kesini (SPKT.red)," katanya.

Sementara, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara melalui Kepala SPKT Polresta Palembang, AKP Heri membenarkan adanya laporan terkait penipuan yang dialami korban hingga mengalami kerugian Rp 105 juta.

"Laporan sudah kita terima dan akan ditindaklanjuti oleh unit Reskrim Polresta Palembang, untuk pasal yang digunakan dalam kasus ini yakni 378 KUHP dengan ancaman penjara empat tahun penjara bila terbukti bersalah," tutupnya. (diw).

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved