Inilah 5 Dampak Kabut Asap Karhutla, Udara Tidak Sehat hingga Menyiksa Rakyat

masih terdapat sejumlah titik api di lahan gambut, yang tersebar di beberapa wilayah di Bumi Lancang Kuning. Seperti di Pekanbaru, Pelalawan, Siak, Be

https://regional.kompas.com/
Sebuah foto menampilkan alat yang menunjukkan tingginya indeks kualitas udara PM 2.5 di Pekanbaru, Riau. Twitter: @Jaaaa_yn) 

SRIPOKU.COM, PEKANBARU - Sebagaimana diketahui, hingga kini, masih terdapat sejumlah titik api di lahan gambut, yang tersebar di beberapa wilayah di Bumi Lancang Kuning. Seperti di Pekanbaru, Pelalawan, Siak, Bengkalis, Dumai, Kampar, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir.

Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di wilayah Provinsi Riau, menimbulkan dampak yang sangat besar. Salah satunya kabut asap yang pekat menyelimuti Bumi Lancang Kuning.

Waspadai Karhutla, Pangdam Serukan Masyarakat dan Perusahaan Agar Tak Membakar Lahan

Cerita Satgas Karhutlah di Muratara, Tiba-tiba Rusa dan Beruang Keluar dari Semak yang Terbakar Api

Sementara tim Satgas Karhutla di Riau, yang terdiri dari TNI, kepolisian, BPBD, Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api, masih berjibaku memadamkan api. Bahkan, ada petugas yang sampai tidur di hutan demi memadamkan api.

Namun, berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kabut asap tidak hanya akibat karhutla di Riau sendiri. Tapi juga disebut asap kiriman dari karhutla di Jambi dan Sumatera Selatan (Sumsel).

Berikut ini 5 fakta dampak kabut asap karhutla, yang dirangkum Kompas.com, Senin (16/9/2019).

1. Udara tak sehat

Kabut asap masih pekat menyelimuti wilayah Kota Pekanbaru, Riau, Minggu (15/9/2019). (KOMPAS.COM/IDON)

Kabut asap mengakibatkan kualitas udara di Riau memburuk. Mulai dari level tidak sehat, sangat tidak sehat, dan bahkan ada yang berbahaya disejumlah permukiman warga.

Berdasarkan data yang diterima Kompas.com dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Kamis (12/9/2019) lalu, Indeks Standard Pencemar Udara (ISPU) di level berbahaya terdapat di delapan wilayah, sebagai berikut.

Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, dengan angka diatas 500. Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, dengan angka 473. Duri Field, Kabupaten Bengkalis, dengan angka 481. Duri Camap, Bengkalis, dengan angka diatas 500. Kota Dumai, dengan angka 404. Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, dengan angka diatas 500. Kecamatan Libo, Rokan Hilir, diatas 500 dan Desa Petapahan, Kabupaten Kampar, dengan angka 345.

Halaman
1234
Editor: Bejoroy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved