Inilah 5 Dampak Kabut Asap Karhutla, Udara Tidak Sehat hingga Menyiksa Rakyat

masih terdapat sejumlah titik api di lahan gambut, yang tersebar di beberapa wilayah di Bumi Lancang Kuning. Seperti di Pekanbaru, Pelalawan, Siak, Be

Editor: Bejoroy
https://regional.kompas.com/
Sebuah foto menampilkan alat yang menunjukkan tingginya indeks kualitas udara PM 2.5 di Pekanbaru, Riau. Twitter: @Jaaaa_yn) 

"Ya, jadi takut dan keluar rumah. Walaupun rumah sudah ditutup semua, tapi asap masih terasa," ucap Rozalinda, Jumat.

Warga lainnya, Yenirika juga mengaku takut keluar rumah karena takut dengan kabut asap. Apalagi, dia punya bayi yang usianya baru dua bulan.

"Jadi takut keluar rumah, karena udara tidak sehat. Kasian anak saya kena asap," sebut Yenirika.

Hal senada diakui Ayi Nuandra (36). Karena kabut asap pekat, dia jadi takut keluar rumah.

"Saya gak berani keluar rumah. Dari hari Senin (9/9/2019) kami gak ada buka pintu rumah. Udah mengeluh juga anak-anak pengen main keluar, tapi saya larang karena kabut asap pekat," ungkap Ayi kepada Kompas.com.

3. Menyiksa kesehatan rakyat

Nurlela dan bayinya berada di posko pengungsian di Kantor DPW PKS Riau di Pekanbaru, karena terpapar kabut asap karhutla, Minggu (15/9/2019) malam. (KOMPAS.COM/IDON)

Kabut asap sudah berdampak terhadap kesehatan masyarakat di Riau. Seperti di Pekanbaru, ribuan rakyat menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Warga terpapar kabut asap, rata-rata mengalami batuk filek, sesak nafas, pusing, demam, muntah-muntah.

"Saya sesak napas dan batuk. Dua anak saya juga sudah tiga hari demam, batuk dan muntah-muntah," akui salah seorang warga Pekanbaru, Ayi Nuandra (36) saat diwawancarai Kompas.com, Sabtu (14/9/2019).

Warga Pekanbaru lainnya, Citra (32), mengaku sesak napas, batuk filek dan demam.

"Udah tiga hari saya sakit. Batuk berdahak, tenggorokan juga sakit. Makan jadi susah," akuinya kepada Kompas.com, Minggu (16/9/2019).

Untuk antisipasi dampak kabut asap, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktifitas di luar rumah.

Masyarakat juga disarankan agar selalu memakai masker, kemudian memperbanyak minum air putih, makan sayur, makan buah dan minum vitamin.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved