Dalam 16 Hari 153 Hektar Lahan di PALI Terbakar, Rata-rata Diakibatkan Puntung Rokok

hingga hari ke 16 Bulan September 2019 ini total lahan seluas mencapai 153 hektar hangus terbakar dan rata-rata diakibatkan puntung rokok

Dalam 16 Hari 153 Hektar Lahan di PALI Terbakar, Rata-rata Diakibatkan Puntung Rokok
BPBD PALI
Tim satgas anti Karhutla gabungan BPBD, TNI, Polri, Damkar, PolPP serta dibantu warga saat berjibaku melakukan pemadam api di wilayah Kabupaten PALI. 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Reigan P

SRIPOKU.COM, PALI -- Sepanjang Bulan September 2019 aktivitas kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten PALI terus meningkat, Senin (16/9/2019).

Bahkan, hingga hari ke 16 Bulan September 2019 ini total lahan seluas mencapai 153 hektar hangus terbakar.

Kepala BPBD Kabupaten PALI, Junaidi Anuar menuturkan, selama kurun waktu 16 hari di Bulan September 2019, tercatat sudah ada 37 titik api atau hotspot yang tersebar di lima kecamatan Kabupaten PALI.

Rinciannya, Kecamatan Talang Ubi ada 12 hektar lahan terbakar, Kecamatan Penukal Utara di Desa Tempirai sebanyak 49 Hektar dan Kecamatan Penukal ada 6 hektar lahan.

"Sementara yang paling banyak ada di Kecamatan Abab dengan 86 hektar luas lahan terbakar," ungkap Junaidi, Senin.

Tingginya aktivitas Karhutla ini, jelas Junaidi, lantaran Bulan September serta Oktober adalah puncak musim kemarau.

"Namun, sejauh ini belum ada orang yang diamankan terkait Kebakaran hutan dan lahan," ujarnya.

Dipepet Lalu Ditendang dan Ditodong dengan Sajam, 6 Pelaku Begal di Palembang Rampas Motor Wahyu

Cegah Adanya Penyalahgunaan Kekuasaan, FKMD Setuju Revisi UU KPK

BREAKING NEWS : Innova dan Avanza Adu Kambing di Jalan Tol Kapal Betung, Satu Korban Tewas di TKP

Sementara, Kasdim (Komandan Staf Distrik Militer) 404 Muaraenim, Mayor Sugeng Purwadi saat membantu pemadaman Karhutla belum lama ini di Bumi Serapat Serasan berkata, banyaknya kejadian Karhutla) di Kabupaten PALI diakibatkan karena kelalaian, seperti membuang puntung rokok sembarangan.

Menurut Sugeng, hal tersebut nampaknya diakibatkan kelalaian, bagi orang-orang yang biasa berburu atau memancing dan sembarangan membuang puntung rokok.

"Ini indikasinya rata-rata ada unsur kelalaian karena puntung rokok, biasanya dari orang yang berburu di kebun atau memancing," ungkap Sugeng.

Dari itu, dirinya mengimbau bagi warga yang biasa beraktivitas di kebun, atau memancing serta berburu, jangan membuang puntung rokok dan membuat api sembarangan.

"Kalaupun mau membuat api atau membuang rokok pastikan dulu dalam keadaan mati jika hendak ditinggalkan," ungkapnya.

Untuk mengatasi pemadaman api dari Karhutla ini, pihaknya menambah jumlah personil dari Koramil dari daerah lain untuk diperbantukan di PALI

"Total diperkirakan ada 35 persen personil diperbantukan untuk wilayah Kabupaten PALI," ujarnya.(cr2)

Penulis: Reigan Riangga
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved