Mimbar Jumat

Haji Mabrur MenjagaKelestarian Alam

Tidak ada satu pun kalimat, “kapok” berhaji yang terucap. Bahkan ketika baru saja pulang, mereka sudah menyatakan kangen bercampur rindu terhadap ka’b

Haji Mabrur MenjagaKelestarian Alam
ist
Ilustrasi - Jemaah haji Bermalam di Muzdalifah hingga tengah malam setelah melaksanakan prosesi wukuf di Arafah 

Oleh: Muhammad Husin
Editor Sriwijaya Post

SRIPOKU.COM - PelaksanaanIbadah Haji Tahun 1440 H/2019 baru sajausai, 8.250 jemaah haji Sumsel dan Babel , kini sudah berkumpul dan membaur bersama keluarga dan masyarakat. Tidak ada satu pun kalimat, “kapok” berhaji yang terucap. Bahkan ketika baru saja pulang, mereka sudah menyatakan kangen bercampur rindu terhadap ka’bah dan Baitullah. Seolah-seolah, mahalnya biaya, besar energi yang terkuras, tingkat stress yang luar biasa, kelelahan yang tak terkira dan rasa kantuk yang tak terelakan, ternyata tak menjadi penghalang bagi jemaah haji untuk kembali ke Baitullah.

Popo Harapkan Jemaah Haji, Menjadi Suri Tauladan di Masyarakat

12 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Meninggal, 2 Orang Masih Dirawat di Arab Saudi dan 1 Orang Hilang

Berbagai pengalaman spiritual yang didapatkan selama 42 hari berada di Madinah dan Mekkah, dan puncaknya saat berada di Bumi Arafah, Muzdalifah, Mina dan prosesi melontar jumrah.Dengan mengenakan pakaian ihram,jemaah haji sudah memasangniat berhaji dan patuh serta taat dengan apa yang menjadilarangan-larangan haji. Tak satupunrukun haji yang ditinggalkan, begitujuga wajib haji. Mereka disiplin betul agar bisa konsistendengan ketentuanhaji dan berharap hajinya mendapat predikat “haji mabrur”.

Bayangkan ketikaberihram,jemaah hajidilarang membunuh binatang dan merusak tumbuh-tumbuhan. Hukum ini mengajar kan arti pentingnya menyayangialam sekitar. Hewan dan tumbuhan adalah ikon alam sekitar, dengan kata lain tanaman dan hewanberhak hidup dibumi.

Inilah antara lain semangat ibadah haji, yang harus menjadiperhatian. Justeruapasajaaktivititas yang berkaitandengan menjaga alam sekitar aadalah cara untuk mendapat haji yang mabrur. Jika kita memandangremeh masalah ini,lalu tidak mau menyayanginya, dan melakukan perusakan atau mencemarinnya.Misalnya, membuang limbah pabrik, melakukan pembakaran hutan dan eksploitasi alam secara berlebihan, berarti kita tidak menjaga nilai-nilai haji. Padahal, Alquran secara jelas dan tegas mengingatkan manusia untuk tidak berbuat kerusakan alam. Allah berfirman dalam surat Ar-Rum ayat 41-42;“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tanganmanusia,Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (kejalan yang benar). (41)Katakanlah (Muhammad),“Bepergianlah di bumi lalu lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang dahulu. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang mempersekutukan(Allah).” (42)

Menurut tafsir al mu'tabar,QS Ar-Rum ayat 41 menegaskan bahwa kerusakan di muka bumi tidak lain karena ulah manusia itu sendiri yaitu melakukan peperangan di luar koridoridor syariat Allah. dalam peperangan itu manusia membunuh manusia yang oleh Allah dilindungi hak hidupnya, bahkan merusak segala tatanan alam yang ada. Sedangkan, di ayat 42 menekankan pentingnya kajian sejarah tentangnya perilaku umat-umat terdahulu untuk menjadi pelajaran bagi generasi di belakangnya.

Menururt tafsir kontemporer QS AR RUM ayat 41-42 bisa menjadi dalil tentang kewajiban tentang melestarikan lingkungan hidup, sebab terjadinya berbagai macam bencanakebakaran lahan dan hutan juga karena ulah manusia yang mengeksploitasi alam tanpa di imbangi dengan upaya pelestarian.

Selain cinta alam, nilai haji yang lain adalah kesabaran . Sabar inilah yang betul-betul diuji tidak hanya dari aspek kata-kata, tetapi juga sikap.Bekal latihan di tanah suci, memang harus dipraktikan dalam kehidupan nyata. Jemaah paham , merasakan dan melihat bagaimana perjuangan Nabi Muhammad SAW saat berdakwah, bagaimana proses mendapatkan wahyu pertama di Gua Hira di atas Jabal Nur, proses hijrah yang dilakukan karena adanya tekanan saat sembunyi di bukitTsur, dan bagaimana kegiatan dakwah yang dibully dan dipersekusi kaum quraisy waktu itu.Semua dilalui dengan kesabaran yang luar biasa.

Saat ini, kita barangkali tidak mengalami seperti yang dialami Nabi dan kaum muslim pada saat itu. Ibadah kita jauh lebih tenang, tanpagangguan fisik. Maka sabar dalam kontekssaat ini adalah sabar dengan selalu menepati waktu-waktu dan bentuk-bentuk ibadah yang telah ditetapkan Allah dan Nabi-Nyatanpa menunda-nunda atau bermalas-malasan melakukannya. Kita luangkan waktu kita dari rutinitas duniawi sepanjang hari untuk beribadah kepada Allah. Allah berfirman,“Dan apa saja (kekayaan, jabatan, keturunan) yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kesenangan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Tidakkah kamu mengerti?

Nilai-nilai kerjakerastanpa putus asa, itu juga yang dicontohkan Siti Hajar saat mencari air untuk putranya Ismail yang kehausan. Ia berjalanke bukit Safa hingga ke Bukit Marwah sejauh 450 meter untuk mencari air, namun tidak ditemukannya. Saat berada dui atas Bukit Sofa, dilihatnya di bawah seolah-olah ada danai/lautan, lantas Siti Hajar pun langsung berlari-lati kecil, setibanya di tempat tujuan tidak juga ada air, ternyata bayangan air hanya sebuah oase dari patamorgana yang menipu pandangan mata. Lantas, apakah Siti Hajar berputus asa. Ia tetap bersabar dan terus berdoa. Maka peristiwa mencari air Siti Hajar inilah, kini menjadi bagian dari Rukun Haji/Umrah, yakni melakukan Saiantara Bukit Safa dan Marwah sebanyak tujuh kali.

Sebagai penutup, jikaseorangsudah berhaji , tetapi tidak mampu bersikap bijak terhadap alam dan pelestariannya, tidak bersabar dalam setiap urusannya, terlebih bersabar dalam beribadah,tidak memiiki semangatdan berkerja keras, mudah frustasi/putus ada dalam kehidupan, tidak mau peduli dan displin waktu, maka kemabruran ibadah hajinya patut dipertanyakan. Nabi Muhammad SWA menyambaikan pesannya:Rasulullah ditanya tentang haji mabrur. Rasulullah kemudian berkata “ Memberikan makan (peduli)dan santun dalam berkata”.

Like Facebook Sriwijaya Post Ya...

Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved