Berita Pagaralam

Kartu KKS BPNT Nihil Saldo, Warga Tak Mampu Merasa Dipermainkan

Sejumlah warga tidak mampu di Kota Pagaralam yang menjadi penerima program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pusat saat ini mengeluh

Kartu KKS BPNT Nihil Saldo, Warga Tak Mampu Merasa Dipermainkan
SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA
Ratusan penerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kecamatan Belitang Jaya. 

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Sejumlah warga tidak mampu di Kota Pagaralam yang menjadi penerima program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pusat saat ini mengeluh. Pasalnya sejak digulirkan program tersebut dan telah dilakukan pendataan, warga mengaku hanya satu kali bisa mendapat bantuan tersebut. Setelah itu, bantuan tidak lagi dikucurkan tanpa ada pemberitahuan.

Hal ini dialami Erni (49), warga Desa Pagaralam Kecamatan Pagaralam Utara. Dirinya mengeluhkan sudah hampir 10 bulan terakhir tidak lagi mendapat bantuan dari program BPNT tersebut. Padahal, akhir 2018 lalu, dirinya didata sebagai penerima program BPNT Kemensos RI dan mendapat Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

"Waktu itu kami mendapat penjelasan petugas Kemensos bahwa setiap bulan akan mendapat tranferan uang sebesar Rp110.000 dan dapat menukarkan sejumlah uang tersebut dengan kebutuhan pokok berupa beras dan telur diwarung sembako yang telah di tunjuk dan bekerjasama dengan pihak Kemensos RI," katanya.

Namun sejak itu dirinya baru satu kali merasakan manfaat dari program ini dan sejak 10 bulan terakhir tidak menerima lagi. "Saya tahu tidak lagi dapat setelah saya beberapa kali mendatangi warung sembako tersebut, Namun setelah dicek di kartu KKS milik saya tidak ada saldo yang membuat saya tidak bisa menerima sembako bantuan," ujarnya.

Namun anehnya, ungkap Erni, ia melihat warga lain saat ini masih terus bisa mengambil sembako bantuan sementara dirinya tidak. "Pertanyaannya kenapa saya tidak mendapat bantuan lagi sementara yang lain masih terus," katanya.

Dikonfirmasi mengenai keluhan warga ini, Rahman, petugas Kemensos RI yang berkantor di Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pagaralam mengatakan, pihaknya akan menampung keluhan warga dan melaporkannya kepihak Kementrian Sosial untuk mengetahui duduk persoalannya.

"Kami akan cek lagi pak, kami juga akan melaporkan hal ini ke pihak Kementrian," katanya.

Ditanya soal penjaringan maupun pendataan maupun verifikasi calon penerima manfaat program BPNT ini pihaknya menjelaskan bahwa data penerima bantuan berasal dari data pusat yang dikatakannya berasal dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pagaralam tahun 2011.

"Untuk memastikan data itu benar kami melakukan verifikasi ulang kelapangan bekerja sama dengan pengurus RT dan RW setempat untuk memastikan identitas maupun alamat penerima program ini pak," ujarnya.

Ketua RT 04 Desa Pagaralam, Andriansyah menampik jika pihaknya pernah dilibatkan dalam pendataan maupun verifikasi calon penerima program BPNT oleh petugas Kemensos RI.

"Seharusnya petugas pendata dan pemverifikasi mengikutsertakan perangkat pemerintahan setempat untuk menghindari kesalahan data penerima dan agar program tersebut benar-benar tepat sasaran," katanya.(one)

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved