Breaking News

Pembunuh Bayaran Teman Siska Sarangheo yang Habisi Ipung Salon Ternyata Seorang Pengamen

Pembunuh Bayaran Teman Siska Sarangheo yang Habisi Ipung Salon Ternyata Seorang Pengamen

Editor: Hendra Kusuma
TRIBUN SUMSEL.COM/Rahmat Aizullah
Jenazah Muhammad Efendi atau Ipung pemilik Salon Ipung tiba di lokasi pemakaman keluarga di Kampung 6, Desa Lawang Agung, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) jumat pukul 1740 Sore dan langsung dimakamkan setelah terlebih dahulu disolatkan di Masjid Raya Asy Syuhada. 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis

Pembunuh Bayaran Teman Siska Sarangheo yang Habisi Ipung Salon Ternyata Seorang Pengamen

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU-Pembunuh Bayaran Teman Siska Sarangheo yang Habisi Ipung Salon Ternyata Seorang Pengamen.

Salah satu dari dua pria yang disebut-sebut sebagai pembunuh bayaran yang membantu Siska Sarangheo, pelakukan Pembunuhan Ipung Salon ini sudah terlacak identitasnya.

Tman Siska Sarangheo Pelaku Pembunuhan Ipung Salon ini ternyata seorang pengamen.

Seperti diketahui, Pembunuh Muhammad Efendi (58) alias Ipung warga Jl Yos Sudarso RT 11, Kelurahan Taba Jemekeh, Kecamatan Lubuklinggau Timur I telah ditangkap beberapa waktu lalu memang sudah terungkap, pelaku utamanya adalah Siska Sarangheo.

Siska Sarangheo yang memiliki beberapa nama yakni Apriyanto alias Wahab alias Siska Sarangheo. Saat ini ia telah telah dijebloskan ke sel tahanan Polres Lubuklinggau.

Sementara itu, dua orang temannya bernama Dedi dan Rendi saat ini masih dalam pengejaran dan sudah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

"Identitasnya sudah kita dapatkan nanti lambat laun akan kita tangkap orang itu, Informasi duanya pengamen," kata Kapolres Lubuklinggau Dwi Hartono pada wartawan, Senin (02/9).

Menurut Dwi antara Siska dengan dua pelaku lainnya memang sudah saling mengenal. Sebab mana mungkin orang mau ikut membunuh jika tidak saling mengenal.

"Ya sudah kenallah, kalau sering atau tidaknya saya tidak berani memastikan, tapi kedua temannya itu bukan pembunuh bayaran, jadi harus bisa membedakan pembunuh bayaran dengan orang yang diajak membunuh tapi dikasih uang," ungkapnya.

Kemudian masalah obat bius yang mereka gunakan untuk membius Ipung, sampai sejauh ini pihak kepolisian belum mengetehuinya.

"Belum diketahui karena dua pelaku lainnya belum tertangkap. Termasuk Siska sendiri tidak tahu itu dari mana," ujarnya.

Dwi juga mengungkapkan selama sembilan bulan bertugas di Kota Lubuklinggau, sudah lima kali mengungkap perkara pembunuhan dan berhasil mengungkap enam kasus.

"Termasuk zaman-zaman dahulu, salah satunya tiga tahun lalu, yang disangka babi ternyata dibunuh, sebenarnya masih ada PR lainnya yakni kasus dokter gigi yang belum terungkap," terang Dwi.

Dwi menambahkan, dari lima kasus pembunuhan yang berhasil diungkap Polres Lubuklinggau rata-rata motifnya disebabkan karena dendam dan sakit hati.

"Dendam dalam artian tidak suka dikata-katain yang berakibat dendam, baik Ipung, Cincong, termasuk suami istri Sudirman itu," katany.

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved