Dalam Kubur

Penyeselan Orang Di Dalam Kubur

Dalam surah Al-Alaq Allah SWT menyatakan yang artinya “sekali-kali tidak! Sungguh, manusia itu benar-benar melampaui batas

Tayang:
Editor: Salman Rasyidin
ist
Drs. H. Syarifuddin Ya'cub MHI 

Penyeselan Orang Di Dalam Kubur

Oleh : Drs. H. Syarifuddin Ya'cub MHI

Dosen Universitas Islam Negeri (IAIN) Raden Fatah Palembang

Dalam surah Al-Alaq Allah SWT menyatakan yang artinya “sekali-kali tidak! Sungguh, manusia itu benar-benar melampaui batas, Apabila melihat dirinya merasa cukup, Sungguh, hanya ke­pa­da Tuhanmulah tempat kembali(mu).” Al-Alaq ;6-8)

Rasulullah SAW menyatakan, setiap hari ada 5 Malaikat turun ke bumi yaitu;

Pertama; Turun di Makkah dan berseru; “Ingatlah manusia siapa yang berani meninggalkan kewajiban terhadap Allah SWT pasti Rachmat Allah SWTPutus baginya.”

Ke­dua; Turun di Madinah serunya;”Ingatlah orang yang meninggalkan sunnaturrasul, pasti ti­dak memperoleh syafaatnya.”

Ketiga ; Turun di Baitul Maqdis serunya;“Ingatlah, orang yang ma­kan barang/ harta haram, pasti tidak diterima segala amalnya.”

Ke empat; turun di pe­ma­ka­m­an orang Islam; serunya;”Hai penghuni kubur, apa yang kau inginkan dan kau sesalkan? “ Ja­wabnya; “Kami menyesal, karena tidak bisa menambah amal dan usia Cuma-Cuma dulu ( memb­uang-buang waktu yang sangat berharga) di dunia.

 Dan kami iri terhadap orang yang sho­­lat berjama’ah secara kontiniu dan membaca al-Quran serta membaca sholawat Nabi, is­tighfar, padahal kini kami tidak dapat lagi melakukan semua itu”.

Kelima; Turun di pasar-pasar u­mmat Islam serunya;” Hai para manusia tenanglah,sebab ketentuan Allah SWT tentang hu­kum­an balasan sudah pasti adanya, maka bagi yang takut segeralah membenahi dirinya dan ber­ta­u­bat dari dosa-dosanya.

Kami perlihatkan kepadamu, tapi kamu tidak menginginkannya, dan ka­mi takuti, tapi tidak diindahkan, seandainya tidak ada lagi orang yang khusyu’ dan bayi-ba­yi me­nyusu, serta hewan ternak dan para lanjut usia yang sholat, pasti sudah dituangkan siksa di a­tas­nya dengan segera.” ( Abu Laits Assamarkand, Tanbihul ghofilin hlm.365)

Ternyata penyesalan penghuni kubur dari ummat Islam adalah; tidak bisa lagi menambah amal, mereka iri terhadap orang yang berkesinambungan sholat berjamaah di masjid, membaca al- Qur­an, bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW bahkan di dalam surah almunafiqun pe­nye­sal­an mereka adalah : “Tuhan, Jika Engkau tunda ajal kami sebentar saja, kami mau bersedekah dan kami mau jadi hambaMu yang sholeh.”

 Tetapi Allah Jelaskan jawaban penyesalan mereka de­­ngan Firman Allah SWT; “Tidak bisa ditunda seseorang apabila sudah tiba ajalnya, Allah Ma­ha Mengetahui apa-apa yang sudah kamu perbuat.”

Maka untuk mengatisipasi agar tidak ada penyesalan kelak saat di alam kubur ada beberapa persiapan;

A.    Mengingat Mati ; Sebagaimana telah dikemukakan pada awal tulisan ini bahwa manusia dihidupkan di dunia ini adalah untuk diuji, siapa yang paling baik amal ibadahnya di antara me­re­ka!

Maka orang-orang yang mendapat hidayah Allah SWT akan merasa mudah saja melakukan amal-amal shaleh sebelum menemui kematiannya. "Yang menjadikan mati dan hidup (bagi ma­nu­sia) untuk menguji, siapa diantara kamu (manusia) yang baik amal ibadahnya dan Allah ma­ha gagah dan maha pengampun". (QS:67 Al Mulk:02)

Rasulullah SAW mengingatkan kepada para sahabat dengan sabda beliau yang artinya: "Jadilah ka­lian di dunia ini seperti orang asing, atau orang yang sedang dalam perjalanan (pelancong), dan bersiaplah diri kamu sebagai ahli (penghuni) kubur." (HR. Mujahid dari Ibnu Umar ra.)

Kemudian Rasulullah bertanya: "Kalian ingin masuk surga! Jawab sahabat; "Ingin ya rasul!" La­lu beliau bersabda; "Lenyapkan khayalanmu, hendaklah malu kepada Allah SWT dengan su­ng­guh-sungguh." Sahabat menjawab, "kami sudah malu kepada Allah", maka jawab Nabi M­uhammad SAW; "Bukan demikian, yang dimaksud ialah; Ingat kubur dan isinya, pelihara pe­rut dan isinya, pelihara kepala dan panca indera, dan barang siapa ingin mulia di akhirat; ting­gal­kan kemewahan dunia.

Itulah yang dimaksud dengan malu kepada Allah SWT dengan dem­i­ki­an kalian menjadi kekasih-Nya." Lalu Rasulullah membaca ayat: Artinya: "Kalian dilupakan oleh ke­mewahan dunia, sampai masuk ke dalam kubur." ( QS. 102. At-Takatsur :1-2)

Lalu sabda beliau: "Manusia mengaku: Ini hartaku, Ini kepunyaanku, ketahuilah: kepunyaanmu ti­­dak bermanfaat, kecuali yang dimakan habis, atau dipakai sampai rapuh, atau yang di se­de­kahkan, itulah yang tetap". (HR. Humaidy Thawil dari 'Ajil)

Karena itulah mereka (yang ingin beruntung di akhirat) mempersiapkan diri, dan memanfa'atkan waktu yang tersisa dalam kehidupan kesehariannya dengan ibadah sebagai berikut;

B.     Meningkatkan Ibadah : Orang-orang mukmin akan memprioritaskan amal ibadahnya pada ha­ri Jum'at, karena hari Jumat adalah hari yang sangat mulia, salah satu dari 3 hari raya agama Islam.

Pa­da hari Jum'at, Allah SWT menyempurnakan serta meridlai Islam sebagai agama dan nikmat bagi umat manusia. Pada hari Jum'at, Allah SWT menciptakan Nabi Adam as.

Me­ma­suk­­kannya ke dalam surga, mengeluarkannya dari surga, serta memberikannya rahmat dan am­punan.

Allah SWT memerintahkan kiamat pada hari Jum'at, dan ada suatu saat di hari Jum'at jika se­orang muslim meminta sesuatu kepada Allah 'Azza wa Jalla, niscaya Allah akan memenuhinya.

Ap­abila pada hari Jum'at permintaan hambanya tidak dipenuhi-Nya, sungguh Allah SWT telah menyimpankan untuk hamba-Nya bagian yang lebih baik.

Apabila hamba-hamba Allah SWT selamat pada hari Jum'at, maka selamatlah mereka pada hari lain.

Allah SWT mewajibkan Shalat Jum'at (fardlu 'ain) bagi Mukmin, Muslim -Laki-laki yang mer­de­­ka, baligh, berakal, sehat dan berada di kota atau desa (mustautin).

Kecuali budak yang di­mi­liki, pe­rempuan, anak-anak, orang sakit dan musafir. Firman Allah SWT dalam surah Al Jumu'ah ayat 9 yang artinya; "Wahai sekalian orang yang beriman! Apabila diserukan untuk shalat di ha­ri Jum'at, maka bersegeralah kamu sekalian menuju zikir kepada Allah (shalat Jum'at), dan ting­galkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Apabila shalat te­­lah didirikan, maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah. Dan i­ngatlah Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung". (QS 62 Al-Jumu'ah:9-10).

Rasulullah SAW dalam sabdanya menjelaskan ; Dari Abu Hurairah dan Ibnu 'Umar ra. Bah­wa­sa­nya keduanya mendengar Rasulullah SAW bersabda di atas mimbarnya: "Orang-o­rang yang bi­asa meninggalkan shalat Jum'at harus segera menghentikan kebiasaannya itu atau ka­lau tidak ma­ka Allah akan mengunci hati mereka kemudian mereka termasuk orang yang la­lai. (HR. Muslim)

C.    Mempersiapkan diri sebagai calon Penghuni Surga : Rasulullah SAW menyatakan, se­luruh umatku masuk surga, kecuali bagi yang tidak mau.

Para sahabat terkejut dan menanyakan, siapa yang tidak mau tersebut. Maka Rasulullah SAW melanjutkan keterangan beliau: "Seluruh u­matku akan masuk kedalam surga, melainkan o­rang yang menolak.’

 Seorang sahabat bertanya. "Wahai Rasulullah siapakah orang yang me­no­lak itu?. Jawabnya "Siapa yang menta'atiku (yang mengikuti sunnah) mereka masuk surga, dan ba­rang siapa yang durhaka terhadapku (maksiat) berarti dia menolak". (HR. Imam Bukhari, da­ri Abu Hurairah ra.)

Dalam sebuah dialog seorang sahabat meminta petunjuk kepada Rasulullah SAW yang artinya: "Dari Abu Ayyub Kholid bin Zaid Al-Ansory ra.

Bahwasanya seorang Laki-laki bertanya kepada Ra­sulullah SAW "Ya Rasulallah! Beritahukan kepadaku amal-amal apa yang akan memasukkan a­ku ke Surga?

 Nabi Muhammad saw. mengatakan: Engkau mengabdi(menyembah) kepada Allah SWT, dan jangan mensekutukanNya dengan sesuatu, dan mendirikan shalat, dan menunaikan zakat dan menghubungkan silaturrahim. (Muttafq 'alaihi).

Dari dialog tersebut di atas, memberikan panduan bagi seseorang yang mempersiapkan dirinya sebagai calon penghuni Surga adalah; Pertama, melakukan pengabdian yang ikhlas semata-mata karena Allah SWT apapun yang dilakukan oleh seseorang dalam aktifitas kesehariannya adalah dalam kerangka pengabdiannya sebagai hamba Allah SWT (Ibadah umumiyah).

Profesi yang dia tekuni adalah amanah Allah SWT sebagai kontribusinya dalam upaya memberikan ke­mu­dah­an bagi umat manusia dalam kehidupan dimuka bumi ini.

Melaksanakan tugas secara pro­fes­si­onal dan proporsional dengan pengertian ikhlas dan inilah yang dimaksud Rasulullah SAW, de­ngan memiliki sifat sempurna.

Sifat sempurna menurut Rasulullah SAW itu adalah; "Berkata benar dan bekerja dengan jujur".

Kedua, tidak melakukan sesuatu yang cenderung kearah syirik; seperti ria, yaitu dalam semua ke­giatannya ingin mendapat pujian orang.

Memang Rasulullah SAW menghawatirkan umatnya kelak dapat terkontaminasi oleh syirik kecil yaitu ria.

Orang yang melakukan ibadah karena ria artinya tidak ikhlas karena Allah SWT, maka pada hari kiamat kelak Allah swt. tidak mau berbicara kepadanya

Dalam suatu hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. berkata;" Saya mendengar Ra­sulullah SAW bersabda": "Sesungguhnya manusia yang mula pertama diputuskan nanti pada hari kiamat adalah seorang yang mati syahid dimana ia dihadapkan dan diperlihatkan kepadanya nikmat yang telah diterimanya serta iapun mengakuinya, lantas ditanya:

 "Dipergunakan untuk apa nikmat itu?". Ia menjawab: "Saya berjuang pada jalanMU sehingga saya mati syahid".

Allah SWT berfirman: Kamu bohong. Kamu berjuang agar dikatakan sebagai pemberani; dan hal itu sudah diakui".

Kemudian Allah swt. memerintahkan untuk menyeret orang itu sampai akhirnya ia dilemparkan ke dalam neraka.

Kedua, seseorang yang belajar dan mengajar serta suka membaca AlQuran dimana ia dihadapkan dan diperlihatkan kepadanya nikmat yang telah diterimanya serta iapun mengakuinya, lantas ditanya: "Dipergunakan untuk apa nikmat itu?.

Ia menjawab "Saya pergunakan untuk belajar dan mengajar Al Quran, serta saya suka membaca Al Quran untukMu".

Sumber: Sriwijaya Post
Tags
Penyeselan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved