Inilah Manfaat Menyusui Bagi Ibu dan Bayi, Kurangi Sindrom Bayi Meninggal Mendadak
Pemberian ASI (Air Susu Ibu) eksklusif nyatanya mampu menurunkan berbagai risiko penyakit baik bagi si buah hati maupun sang ibu.
SRIPOKU.COM - Menyusui tidak hanya bermanfaat bagi tumbuh kembang bayi, namun juga sang ibu.
Pemberian ASI (Air Susu Ibu) eksklusif nyatanya mampu menurunkan berbagai risiko penyakit baik bagi si buah hati maupun sang ibu.
Tidak jarang para ibu harus berjuang demi menjaga asupan ASI untuk anaknya agar tetap terpenuhi.
Saat menyusui, seorang ibu juga akan merakasan risiko puting yang retak hingga berdarah.
• Bayi Masih Menyusui Sering Kentut Itu Normalkah? Berikut Penjelasannya
• Kisah Halimah As Sadiyah, Saksikan Banyak Keajaiban dan Keberkahan Setelah Menyusui Rasulullah
Namun di balik perjuangan seorang ibu saat menyusui, ada berbagai manfaat yang akan diperolehnya beserta si buah hati.
Berikut ini TribunStyle.com merangkum berbagai manfaat menyusui bagi ibu dan anak yang dihimpun dari berbagai sumber.
1. Menurunkan Risiko Berbagai Penyakit Mematikan
Memberikan ASI eksklusif untuk bayi, akan menurunkan risiko terkena penyakit mematikan seperti kanker dan diabetes bagi ibu.
"ASI akan menurunkan angka risiko kanker payudara, kanker ovarium, berdasarkan penelitian," ungkap Ketua Pembina Sentra Laktasi Indonesia dokter Utami Roesli seperti yang dikutip dari Kompas.com.
Bahkan menurut penelitian, seorang ibu yang menyusui juga akan terhindar dari risiko menderita diabetes tipe 2, penyakit jantung hingga hipertensi.
2. Bisa Jadi Alternatif Diet
Ibu menyusui juga tidak perlu repot-repot untuk melakukan diet setelah melahirkan.
Hanya dengan menyusui, berat badan seorang ibu akan turun menjadi normal kembali secara perlahan.
"Enggak usah pilates, sedot lemak, cukup menyusui saja," jelas Utami kepada Kompas.com.
2. Menyusui Dapat Menjadi Kontrasepsi Alami
Dilansir dari theasianparent.com, memberikan ASI eksklusif kepada bayi dapat berfungsi sebagai kontrasepsi alami bagi ibu.
Saat menyusui, hormon yang berperan dalam produksi ASI akan mengurangi kadar hormon yang berfungsi pada proses ovulasi.
Ovulasi adalah proses pembuahan sel telur yang telah matang yang dikeluarkan dari ovarioum ke tuba falopi.