Berita Palembang

Warga Tanjung Raja Ogan Ilir Ini Ditangkap Polisi karena Menjual Kucing Hutan atau Macan Akar

Dedy menjual hewan dilindungi tersebut melalui facebook dan whatsapp dengan nama grup Jual Beli hewan hias.

Warga Tanjung Raja Ogan Ilir Ini Ditangkap Polisi karena Menjual Kucing Hutan atau Macan Akar
TRIBUN SUMSEL.COM/M ARDIANSYAH
Dua ekor anak kucing hutan atau macan akar disita polisi dan kini diamankan di Polda Sumsel untuk penyidikan lebih lanjut terhadap tersangka Dedy Mizwar sang penjual. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Subdit II Ekonomi Direktorat Intelkam yang melakukan penyidikan terkait penjualan Hewan dilindungi, mengamankan dua kucing hutan atau Felis Bengalensis di Jalan Parameswara Palembang.

Tak hanya mengamankan dua kucing hutan yang dijual, polisi juga mengamankan satu orang yang menjual.
Dedy Mizwar (29) warga Desa Tanjung Agas Dusun II RT 04 Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir .

Dedy diamankan saat akan melakukan penjualan kucing hutan di lokasi penangkapan.

Terkait hal tersebut, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi membenarkan adanya penangkapan seorang warga yang menjual kucing hutan seharga Rp 500 ribu per ekornya.

Saat tersangka tiba di lokasi dengan membawa dia ekor kucing hutan, polisi yang telah menunggu langsung mengamankan tersangka bersama barang bukti dua ekor kucing hutanmasih anakan.

"Dari pengakuan tersangka, ia sering memperjual belikan hewan seperti Musang Pandan,Kucing Hutan, Berang- berang, Offset Kepala rusa. Bisnis ini, sudah dijalankannya sekitar setahun ini.

Impian Silvi Wulandari Menjadi Kenyataan, Menjadi Anggota Pengibar Bendera Mimpinya Sejak Kecil

Mahasiswi Kedokteran Unsri Tewas Setelah Mobil yang Dikendarainya Menabrak Bekakang Truk Tronton

Kedapatan Tidur dengan Neneknya, Pemuda Ini Bunuh Seorang Kakek yang Berusia 75 Tahun!

Dedy menjual hewan dilindungi tersebut melalui facebook  dan whatsapp dengan nama grup Jual Beli hewan hias," ujar Supriadi, Jumat (17/8/2019).

Lanjut Supriadi, hewan langka yang diperjual belikan tersangka diperoleh dari hasil tangkapan warga di desa tempat tersangka tinggal dengan harga kisaran Rp 150 ribu sampai Rp 500 ribu.

Kepada konsumen yang memesan, dijual dengan harga yang cukup tinggi sesuai negosiasi yang telah disepakati.

Dari pengakuan tersangka, menurut Supriadi bila tersangka nekat menjual hewan yang dilindungi karena sangat tergiur dengan harga yang tinggi dari nilai jual hewan langkah tersebut.

"Saat ini tersangka sudah dilimpahkan ke Ditreskrimsus Polda Sumsel untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Karena, dari pengakuan tersangka ia tahu bila menjual hewan langka itu dilarang. Tetapi karena untung yang menggiurkan, tersangka ini tetap menjual hewan yang dilindungi," ungkapnya.

Tersangka yang melakukan perdagangan hewan dilindungi dapat dikenakan Pasal 40 Ayat 2 , Pasal 21 Ayat 2 tentang perdagangan hewan dilindungi yang berbunyi setiap orang dilarang untuk menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup dan mengeluarkan satwa yang dilindungi dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau diluar Indonesia.

Editor: Tarso
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved