Berita Palembang

Anak tak Masuk SMA Negeri di Palembang, Warga Payaraman OI Tertipu Rp 17 Juta dan Melapor ke Polisi

Dijanjikan anaknya bakal masuk SMA Negeri di Palembang, membuat Yani (43) warga Penyamaran Ogan Ilir Tertipu Rp 17 Juta.

Anak tak Masuk SMA Negeri di Palembang, Warga Payaraman OI Tertipu Rp 17 Juta dan Melapor ke Polisi
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Agus saat membuat laporan penipuan yang dialami kakak perempuannya ke Polresta Palembang, Kamis (25/8/2019) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Dijanjikan anaknya bakal masuk Sekolah Menengah Atas atau SMA Negeri di Palembang, membuat Yani (43) warga Kecamatan Penyamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi korban penipuan dan penggelapan.

Atas kejadian tersebut sang adik, Agus (33) melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang.

Dalam laporannya, Agus menjelaskan jika pelaku yang telah menipu kakaknya tersebut berinisial Yu (45) warga Sukarami dan Ac (45) warga Jalan Abi Hasan Palembang.

"Saya tidak terima atas perbuatan kedua terlapor ini pak, apalagi anak Ayuk saya tidak diterima di sekolah tersebut. Padahal sudah dikasih uang pemulus sebesar Rp 17 juta untuk bisa masuk SMA Negeri di Palembang pak,"ungkapnya kepada petugas piket SPKT Polresta Palembang, Kamis (15/8).

Menurutynya  kejadian penipuan dan atau penggelapan itu terjadi pada Jumat (3/5) sekitar pukul 14.15 di rumah saksi RA (21) yang beralamat di Perumahan Permata Hijau, Kecamatan Jakabaring.

Pelaku Begal Hadang Korbannya di Jembatan Ogan Kertapati Langsung Tikam dengan Parang dari belakang

Stan Balai Pembenihan Tanaman Hutan di Sriwijaya Expo Diserbu Pengunjung karena Ada Bibit Gratis

Warga SU I Palembang Tewas Ditikam di OKU Selatan ketika Mengawas Pekerjaan Penggalian Drainase

"Disana Ayuk saya memberikan uang kepada kedua terlapor yang menjanjikan bisa memasukan anak Ayuk saya ke SMA Negeri di Palembang," katanya.

Namun, sambungnya, sebelum kejadian korban terlebih dahulu meminjam uang kepada pelapor guna memuluskan anaknya masuk sekolah impiannya tersebut.

Sementara, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara melalui Kepala SPKT Polresta Palembang, AKP Heri membenarkan adanya laporan terkait penipuan dan penggelapan yang dialami korban.

"Laporan sudah kita terima dan akan kita tindaklanjuti dengan menyerahkan berkas perkara dan barang bukti satu lembar fotocopy surat perjanjian ke unit Reskrim Polresta Palembang. Sementara untuk pasalnya sendiri yakni 378 KUHP dan 372 KUHP dengan ancaman penjara masing-masing pasal empat tahun penjara," Tutupnya. (diw).

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved