Berita Muratara

Ratusan Pekerja Perusahaan Kelapa Sawit "Geruduk" Kantor Bupati Muratara, Ancam Blokir Jalinsum

Ratusan Pekerja Perusahaan Kelapa Sawit "Geruduk" Kantor Bupati Muratara, Ancam Blokir Jalinsum

Ratusan Pekerja Perusahaan Kelapa Sawit
Tribun Sumsel/Rahmat Aizullah
Ratusan pekerja dari salah satu perusahaan perkebunan sawit menggelar aksi unjuk rasa secara damai di depan kantor Bupati Musi Rawas Utara (Muratara), Selasa (13/8/2019). 

SRIPOKU.COM, MURATARA - Ratusan buruh atau pekerja dari salah satu perusahaan perkebunan sawit menggelar aksi unjuk rasa secara damai di depan kantor Bupati Musi Rawas Utara (Muratara), Selasa (13/8/2019).

Kedatangan mereka dalam rangka meminta Pemkab Muratara untuk turun langsung menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di perusahaan tempat mereka bekerja.

Menurut perwakilan pekerja, Hendri Johan mengatakan, tuntutan utama dalam aksi unjuk rasa itu adalah menuntut agar pekerja dengan status Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) diangkat menjadi karyawan tetap.

Yusuf Akhirnya Videocall-an dengan Intan Permata Asli, Nenek Robiatun Husna Justru Bernasib Tragis!

Segera Dilantik Akhir September, Berikut Daftar Nama-nama 75 Anggota DPRD Sumsel Periode 2019-2024!

Tak Diketahui Publik Terungkap Sosok Anak Ibu Ayu Ting Ting yang Dirahasiakan, Nasibnya Jauh Berbeda

"Kami sudah 22 kali menuntut masalah ini ke Disnakertrans, tapi sampai kini belum ada hasilnya, maka terjadilah demo pada hari ini. Kami begini-begini terus, PKWT terus, ini namanya sudah menindas para pekerja," katanya.

Selain mendesak agar pekerja PKWT segera diangkat menjadi karyawan tetap, mereka juga meminta agar perusahaan mengangkat kembali pekerja PKWT yang sebelumnya telah diberhentikan.

"Sudah ada 33 orang pekerja PKWT yang diberhentikan, alasan perusahaan memberhentikan tidak jelas, tanpa peringatan terlebih dahulu, langsung memberikan surat pemberhentian, ini sangat tidak manusiawi," ujarnya.

Mati Listrik Seharian? Jangan Khawatir! Coba 5 Trik Sederhana ini Agar Nyala Lilin Tahan Lama

Fakta Briptu Heidar, Polisi Gugur Disandera KKB Papua 7 Jam, Ternyata Dijebak Jambi Mayu Telenggen!

3 kiat Masak Daging Kambing Empuk dan Juicy ala Timur Tengah

Menurut salah seorang pekerja yang diberhentikan, Sopan (45) mengungkapkan, dirinya adalah seorang marbot masjid di kawasan perkantoran perusahaan sawit tersebut diberhentikan dengan alasan yang dinilai tidak masuk akal.

"Misalnya saya marbot masjid, tidak ada masalah apa-apa, langsung diberhentikan, katanya alasan umur. Pertanyaan saya apakah umur 45 tahun tidak boleh lagi jadi marbot, apakah marbot itu harus umur 20 tahun, atau bagaimana," katanya.

Inilah 7 Kesalahan Saat Keramas Bikin Rambut Tidak Sehat, Tiap Hari Keramas hingga Cara Membilas

Harga Emas Dunia Kembali Menguat, Investor Berbondong-bondong Borong Emas

2019 Prediksi Persita Tangerang vs Persib B di Liga 2 2019 Wilayah Barat, Live TVOne Sore Ini

Pengunjuk rasa lainnya, Awadi menegaskan, sebelum permasalahan ini ada kejelasan, para pengunjuk rasa akan melakukan mogok kerja, namun mereka tetap menuntut gaji agar tetap dibayarkan oleh perusahaan.

"Kami tidak mau bekerja, tapi ingat gaji kami selama mogok kerja harus tetap dibayarkan, kalau tidak dibayar akan kami portal jalan, kami masuk kantor bupati, bakalan ribut besar," tegasnya.

Para pengunjuk rasa berharap kepada unsur eksekutif dan legislatif Kabupaten Muratara untuk dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang ada sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

BERITA FOTO : Kabut Asap Karhutla Sumsel Selimuti Kota Palembang pada Malam Hari, Mulai Pekat

Inilah Sosok Calon Mertua Kaesang Pangarep Terungkap, Lihat Gayanya Berkelas

Ibunda Susilo Bambang Yudhoyono Sakit Dirawat di ICU, Begini Kondisinya

Sementara pantauan Tribunsumsel.com, tidak ada satupun perwakilan dari pihak perusahaan yang datang, namun pengunjuk rasa diterima oleh Pemkab Muratara melalui Sekretaris Daerah (Sekda).

"Kami sudah menerima tuntutan dari para pekerja ini. Dalam waktu dekat ini kami akan menghubungi pihak perusahaan, nanti kita jadwalkan lagi untuk pertemuan selanjutnya," kata Sekda Muratara, Alwi Roham.(Rahmat/TS)

Editor: Welly Hadinata
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved