Wanita Ini Rela Tinggalkan Keluarga Demi Cari Masyarakat Penderita Bibir Sumbing

Bisa bermanfaat untuk orang banyak, itulah yang ada di dalam hati Endang. Sukarelawan Smile Train untuk mencari masyarakat yang menderita bibir sumbin

Wanita Ini Rela Tinggalkan Keluarga Demi Cari Masyarakat Penderita Bibir Sumbing
Tribun Sumsel/ M.Ardiansyah
Endang (jilbab merah) saat berada di Muba untuk menjemput anak yang menderita bibir sumbing guna dilakukan operasi gratis di Palembang. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Bisa bermanfaat untuk orang banyak, itulah yang ada di dalam hati Endang. Sukarelawan Smile Train untuk mencari masyarakat yang menderita bibir sumbing dan langit-langit.

Ibu anak lima tahun ini, sampai rela berkeliling Sumsel dengan mobil miliknya yang telah ditempel stiker bibir sumbing untuk mencari masyarakat Sumsel yang menderita bibir sumbing dan langit-langit.

Terakhir, Endang pergi ke Muba untuk mengantarkan pasien yang telah selesai operasi bibir sumbing. Selain mengantarkan bayi yang selesai melaksanakan operasi, ia juga menjemput bayi yang baru Iahir di Desa Kayuare karena menderita bibir sumbing dan menjemput Dimas (11) di Desa Kertayu Muba untuk dilakukan operasi bibir sumbing.

Selain menjemput anak ini, Endang juga menjemput Delumusawaru (3) di Desa Pagar Kaya, Aldi (12), Zahra (3) di Desa Kemang Muba yang juga akan dilakukan operasi.

"Saya terpanggil menjadi relawan, karena pertama kali melihat ada anak yang mengalami bibir sumbing. Di dalam hari saya, bagaimana bisa membantu orang yang menderita bibir sumbing tanpa mereka harus mengeluarkan biaya operasi yang terbilang cukup mahal," ujar Endang, Senin (12/8/2019).

Menurut Endang setidaknya, satu bulan sekali ia berkeliling Sumsel untuk mencari dan mendatangi masyarakat yang menderita bibir sumbing. Bila sudah bertemu, nantinya akan dilaporkan ke dr Iqmal Ferlianta SpBP RE yang juga Ketua Yayasan Ummi Romlah.

Usai dilaporkan, nantinya akan langsung dijadwalkan untuk dilakukan operasi. Untuk operasi, biasanya Endang akan kembali menjemput pasien yang akan dijadwalkan operasi di Palembang.

KPUD PALI Tetapkan 25 Anggota Dewan Terpilih, Berikut Nama-namanya, Pimpinan Milik PDIP

Melalui Kirab Merajut Nusantara, Gojek Luncurkan Logo Baru Di Palembang

Jangan Khawatir! Inilah 5 Tips untuk Mengusir Tikus Tanpa Racun atau Jebakan, Dijamin Ampuh

Kerap Dikelilingi Sederet Wanita Cantik, Gading Marten Dijuluki Duda Keren, No 5 Mama Baru Gempi!

Bila pasien yang akan operasi tidak memiliki sanak keluarga di Palembang, maka akan di tempatkan di rumah singgah Yayasan Ummi Romlah. Disini, pasien dan keluarganya bisa tinggal hingga kondisi kesehatan pasca operasi benar-benar pulih.

"Anak saya yang paling kecil, sudah mengerti. Kalau ibunya pergi sampai beberapa hari, ia bersama kakaknya. Saya beri pengertian, bila apa yang dilakukan ibunya bisa memberikan orang lain harapan lebih baik untuk kedepannya," ungkapnya.

Lanjut Endang, terkadang kendala uang dihadapi bila rumah pasien yang akan didatangi sulit diakses dengan kendaraan. Sehingga, harus ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua atau berjalan kaki.

Ia mengungkapkan, sebenarnya terkadang kurangnya dukungan pemerintah setempat juga menjadi kendala. Terkadang, ada beberapa masyarakat atau anak yang mengalami bibir sumbing harus dioperasi secepatnya. Namun, dari pemerintah setempat enggan diajak bekerjasama.

"Jadi, mau tidak mau harus kami bawa ke Palembang. Padahal, kami tidak meminta bantuan dana atau yang lainnya. Hanya meminta disediakan tempat saja, karena dari dokter dan peralatan semuanya sudah ada,' ungkapnya.

Ia berharap, usaha yang dilakukannya dengan berkeliling ke Sumsel hanya untuk membuat senyum anak-anak dan masyarakat Sumsel yang menderita bibir Sumbing sama seperti orang pada umumnya.(TS/M.Ardiansyah)

Editor: Budi Darmawan
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved