Warga Jalan Jepang Keberatan atas Peraturan Baru Pertamina Larang Warga Jual BBM

Warga Jalan Jepang Keberatan atas Peraturan Baru Pertamina Larang Warga Jual BBM

Warga Jalan Jepang Keberatan atas Peraturan Baru Pertamina  Larang Warga Jual BBM
SRIPOKU.COM/Haris
Penjual bensin dan pngguna kendaraan di Wilayah Sematang Borang keberatan 

Laporan wartawan Sripoku.com, Haris Widodo

SRIPOKU.COM,PALEMBANG--Warga Jepang dan kawasan Sematang Barang, Keberatan atas Peraturan Baru Pertamina Larang Warga Jual BBM.

Sebab, Larangan atas penjualan Bahan Bakar Minyak(BBM) atau sesuai aturan pasal 53 UU No.22 tahun 2001, dijelaskan bawa siapapun orangnya tidak diperbolehkan untuk membeli BBM dan dijual kembali.

Aturan itulah yang Sangat memberatkan warga Palembang terutama yang jauh dari SPBU pertamina.

Seperti warga yang tinggal di Jalan Jepang, Sukomulya, dan Jalan Husin Basri . Serta jalan-jalan yang lainnya yang memasuki wilaya Kecamatan Sematang Borang.

Pantauan Sripoku.com, Sabtu (10/8/2019) Puluhan warga yang tinggal dalam wilayah Sematang Borang tersebut rata-rata menjual dan menggunakan BBM eceran.

Karena di wilayah tersebut jauh dari SPBU. Kalau pun ingin ke tempat pengisan BBM harus menempuh 3-5 kilometer.

Pedagang, Ari mengatakan jika pertamina dalam hal ini benar-benar aturan tersebut tentu dirinya sangat keberatan.

"Jelas keberatan, boleh mas liat sendiri kalau mau kesini jauh bukan apakah ada SPBU yang berada di sini mulai dari Jalan jepang dan wilayah Sematang Borang lainnya,"ujarnya.

Ari menambahkan belum lagi masyarakat disini sudah sangat terbantukan dengan adanya bensin eceran, selain itu juga dengan adanya BBM warga Sematang Borang dapat memperoleh penghasilan sendiri.

"Tidak apa kalau pertamina mau melarang. Asalkan mau buka SPBU diwilayah kami dan kamilah sebagai karyawannya, "katanya.

Ia menuturkan sudah 2 tahun leih berjualan sebagai penjual BBM eceran dan tak merasa mendapatkan pendapatan yang cukup dari hasil menjual eceran.

Sementara itu, pengguna kendaraan, Anto menatakan hal yang senada dengan penjual yang keberatan atas atuaran tersebut.

"Jelas keberatan gini, gak usah jauh saya terkadang pergi kerja aja butuh bensin. Kalau tidak dorong dong."

"Jadi gini harusnya pertamina memikirkan warga yang lain agar semua bisa merasakan pentingnya BBM bagi masyarakat lainnya,"katanya.

Penulis: Haris Widodo
Editor: Hendra Kusuma
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved