Belum Sempat Nikmatin Hasilnya, Bandit Jembatan Ampera Ini Keburu Dipelor Hunter Polresta Palembang

Belum Sempat Nikmatin Hasilnya, Bandit Jembatan Ampera Ini Keburu Dipelor Hunter Polresta Palembang

Belum Sempat Nikmatin Hasilnya, Bandit Jembatan Ampera Ini Keburu Dipelor Hunter Polresta Palembang
SRIPOKU.COM/Andi Wijaya
Unit Hunter Polresta Palembang pimpinan Kanit Hunter Aiptu Agus Tembak, saat melumpuhkan bandit yang meresahkan diatas ampera tadi malam. 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Andi Wijaya

SRIPOKU.COM, PALEMBANG--Lantaran hendak melawan petugas saat dilakukan penangkapan oleh unit Hunter Polresta Palembang, membuat Imansyah (23), warga Gang Duren Kecamatan SU I, Palembang ini, terpaksa dilumpuhkan petugas dengan timah panas yang menancap di betis kakinya sebelah kanan, Kamis (9/8), sekitar pukul 23.00.

Tersangka curas yang merupakan TO (target operasi) ini diringkus petugas Hunter pimpinan Kanit Hunter, Aiptu Agus Tembak berawal dari adanya laporan korban, Ardantara (23), seorang mahasiswa, warga jalan Mataram Kelurahan Kemas Rindo Kecamatana Kertapati, Palembang yang telah menjadi korbannya. 

Informasi yang dihimpun, kejadian yang dialami korban terjadi pada, Rabu, 7 Agustus 2019, sekitas pukul 21.00. Dimana saat korban sedang berada diatas jembatan Ampera dan sedang memperbaiki rantai motornya yang lepas. Tiba-tiba Imansyah CS, menghampiri korban langsung menodongkan parang dan pisau kearah korban. 

Saat itu juga pelaku langsung merampas hp serta dompet korban. Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian 1 unit hp xiaomi note 3, dompet warna hitam yang berisikan STNK , SIM dan ATM milik korban, atas kejadian tersebut korban melaporkannya ke Polresta Palembang.

Hunter Polresta Palembang Lumpuhkan Dua Penodong Sadis Di Atas Jembatan Ampera

Terbongkar! Lokalisasi Ini Berkedok Warung Kopi, Bupati Menyamar Jadi Pelanggan, Ini yang Terjadi!

BREAKING NEWS: Mr X Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kecamatan Ilir Timur I Palembang

" Benar dari laporan korban inilah, kita tim Hunter Polresta Palembang, langsung menindaklanjuti laporan tersebut dan berhasil menangkap pelaku saat sedang berada di atas jembatan Ampera," Ungkap Kasat Reskrim Kompol Yon Edi Winara, dan Wakasat Reskrim AKP Ginanjar Aliya Sukmana, melalui Kanit Hunter, Aiptu Agus Tembak, Jumat (9/8). 

Agus mengatakan, pelaku terpaksa dilumpuhkan lantaran saat ditangkap melawan petugas dan hendak kabur," Terpaksa kita lumpuhkan, karena pelaku hendak melawan dan kabur. Tembakan peringatan pun tak digubris pelaku, jadi terpaksa kita berikan tindakan tegas," ungkapnya. 

Selain mengamankan petugas, Lanjut Agus, pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa, 2 bilah Senjata tajam jenis Pisau gagang hitam dan parang gagang hitam Dan 1 jaket abu-abu milik pelaku, yang digunakan pelaku saat melakukan aksinya. 

" Masih ada 1 pelaku lagi yang berstatus DPO, namun namanya sudah kita kantongi. Dan akan kita kejar," tegasnya. 

Atas ulahnya pelaku diancam pasal 365 KUHP, dengan ancaman kurungan penjara ditas 5 tahun. 
Sedangkan, Imansyah mengakui perbuatannya saat diperiksa petugas," Saya tak sendiri pak beraksi, saat itu saya beraksi dengan teman saya pak, D. Saya juga yang mengancam korban dengan parang untuk memberikan HPnya dan dompet," ungkapnya sambil merengek kesakitan karena ditembus timah panas petugas. 

Lanjut Imansyah, hasil kejahatannya pun belum sempat ia jualkan. " Belum dijual pak. Rencana jika HP korban dijual, uangnya untuk makan sehari-hari," katanya mengaku menyesal. (diw).

Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved