Berita Palembang

Laporan Titik Panas tidak In Real Time, BPBD Minta Dukungan Alat Drone ke Gubernur Sumsel

Iriansyah, Kepala BPBD Sumsel mengatakan Sumsel menjadi salah satu dari tujuh Provinsi yang rawan terjadi Karhutla

Laporan Titik Panas tidak In Real Time, BPBD Minta Dukungan Alat Drone ke Gubernur Sumsel
SRIPOKU.COM/RAHMALIYAH
Kepala BPBD Sumsel, Iriansyah saat memaparkan data Karhutla dalam Siaga Darurat Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Sumsel tahun 2019 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Berlokasi di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru mendengarkan paparan terkait perkembangan status siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Senin (5/8/2019).

Dalam paparannya, Iriansyah, Kepala BPBD Sumsel mengatakan Sumsel menjadi salah satu dari tujuh Provinsi yang rawan terjadi Karhutla namun selama ini laporan titik panas selama ini tidak in real time.

Oleh karenanya, BPBD berharap dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumsel untuk memberikan dukungan berupa bantuan alat drone untuk membantu patroli dan untuk memantau kondisi lapangan dalam kepentingan operasi darat.

"Laporan data titik hotspot dari satelit terkadang laporan hari sebelumnya baru di-update pada hari berikutnya jadi tidak in real time. Lalu, ada ketidak akuratan laporan titik hotspot dengan real di lapangan, pernah satu kali di satelit terpantau titik hotspot namun nyatanya tidak ada, begitupun juga sebaliknya. Tapi kami bersyukur karena sekarang sudah ada bantuan lagi berupa pesawat Cessna Caravan yang bisa memantau lebih in real time," jelasnya

Lanjut Iriansyah, untuk data terakhir terhitung sampai 4 Agustus jumlah titik hotspot di Sumsel mencapai 78 titik. Jumlah ini turun jika dibanding bulan Juli 2019 yang mencapai 256 titik hotspot.

"Kita berupaya untuk semaksimal mungkin mencegah Karhutlah secara dini dengan dukungan empat helikopter untuk water boombing dan satu pesawat Caravan," jelasnya.

Senin ini Harga Emas Antam Naik Rp 2.000 Per Gram, Menjadi Harga Rp 724.000

Dilepas Gubernur Sumsel Motivasi Tim Putri U17 Mura Berlipat Ganda

Bank Indonesia (BI) Catat Transaksi Bisnis FESyar Regional Sumatera 2019 Capai Rp2,1 Triliun

Penulis: Rahmaliyah
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved