Asal Usul Qurban, Keikhlasan Nabi Ibrahim Sembelih Anaknya Sendiri Demi Tunaikan Perintah Allah SWT

Asal Usul Qurban, Keikhlasan Nabi Ibrahim Sembelih Anaknya Sendiri Demi Tunaikan Perintah Allah SWT

Penulis: Rizka Pratiwi Utami | Editor: Welly Hadinata
SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA
Sapi seberat satu ton lebih hewan kurban dari Kapolri Jenderal Pol HM Tito Karnavian di Masjid Al-Washliah Jalan Sambu Kelurahan 26 Ilir D1 Kecamatan IB I Palembang, Rabu (22/8/2018) 

Asal Usul Qurban, Keikhlasan Nabi Ibrahim Sembelih Anaknya Sendiri Demi Tunaikan Perintah Allah SWT

SRIPOKU.COM - Perayaan Idul Adha juga disebut lebaran haji dan juga lebaran kurban.

Di setiap tahunnya, orang-orang yang memiliki rezeki lebih dianjurkan untuk berkurban dan membagikan daging kurban kepada orang-orang.

Kurban adalah kegiatan menyembelih hewan qurban yang dilakukan setelah pelaksanaan solat Idul Adha.

Berkurban merupakan wujud rasa syukur yang ditunjukkan seluruh umat muslim kepada Allah atas segala karunia dan nikmat yang telah diberikan.

Hewan kurban di Kabupaten PALI
Hewan kurban di Kabupaten PALI (SRIPOKU.COM/rei)

VIRAL Ibu-ibu Nyetrika Pakai Panci Ternyata Gegara Ini, Sampai Muncul & Trending #TerimakasihPLN

Raja Thailand Nikahi Pengawalnya Jenderal Bintang 4 yang Ternyata Mantan Pacar, Langsung jadi Ratu!

Link Download, Lirik dan Terjemahan Lagu 100 Degrees Rich Brian, Tak Pedulikan Omongan Orang

Lalu bagaimana sejarah singkat kurban?

Sejarah adanya kurban berawal dari persitiwa Nabi Ibrahim AS yang akan menyembelih putranya Nabi Ismail AS.

Kemudian disyiarkan oleh Nabi terkahir Muhammad SAW yang menganjurkan umat Islam untuk menyembelih qurban di hari raya Haji atau Idul Adha.

Telah dikisahkan bahwa Nabi Ibrahim tidak memiliki anak hingga di masa tuanya, lalu beliau berdoa kepada Allah.

“Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh. (QS Ash-Shafaat [37] : 100)

Kemudian Allah memberikan kepadanya kabar gembira akan lahirnya seorang anak yang sabar.

Dialah Ismail, yang dilahirkan oleh Hajar.

Menurut para ahli sejarah, Nabi Ismail lahir ketika Nabi Ibrahim berusia 86 tahun. 

Nabi Ibrahim kemudian membawa Hajar dan Ismail, yang waktu masih bayi dan menyusu pada ibunya, ke Makkah.

Pada saat itu di Makkah tidak ada seorang pun dan tidak ada air.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved