Asal Usul Qurban, Keikhlasan Nabi Ibrahim Sembelih Anaknya Sendiri Demi Tunaikan Perintah Allah SWT
Asal Usul Qurban, Keikhlasan Nabi Ibrahim Sembelih Anaknya Sendiri Demi Tunaikan Perintah Allah SWT
Penulis: Rizka Pratiwi Utami | Editor: Welly Hadinata
Asal Usul Qurban, Keikhlasan Nabi Ibrahim Sembelih Anaknya Sendiri Demi Tunaikan Perintah Allah SWT
SRIPOKU.COM - Perayaan Idul Adha juga disebut lebaran haji dan juga lebaran kurban.
Di setiap tahunnya, orang-orang yang memiliki rezeki lebih dianjurkan untuk berkurban dan membagikan daging kurban kepada orang-orang.
Kurban adalah kegiatan menyembelih hewan qurban yang dilakukan setelah pelaksanaan solat Idul Adha.
Berkurban merupakan wujud rasa syukur yang ditunjukkan seluruh umat muslim kepada Allah atas segala karunia dan nikmat yang telah diberikan.

• VIRAL Ibu-ibu Nyetrika Pakai Panci Ternyata Gegara Ini, Sampai Muncul & Trending #TerimakasihPLN
• Raja Thailand Nikahi Pengawalnya Jenderal Bintang 4 yang Ternyata Mantan Pacar, Langsung jadi Ratu!
• Link Download, Lirik dan Terjemahan Lagu 100 Degrees Rich Brian, Tak Pedulikan Omongan Orang
Lalu bagaimana sejarah singkat kurban?
Sejarah adanya kurban berawal dari persitiwa Nabi Ibrahim AS yang akan menyembelih putranya Nabi Ismail AS.
Kemudian disyiarkan oleh Nabi terkahir Muhammad SAW yang menganjurkan umat Islam untuk menyembelih qurban di hari raya Haji atau Idul Adha.
Telah dikisahkan bahwa Nabi Ibrahim tidak memiliki anak hingga di masa tuanya, lalu beliau berdoa kepada Allah.
“Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh. (QS Ash-Shafaat [37] : 100)
Kemudian Allah memberikan kepadanya kabar gembira akan lahirnya seorang anak yang sabar.
Dialah Ismail, yang dilahirkan oleh Hajar.
Menurut para ahli sejarah, Nabi Ismail lahir ketika Nabi Ibrahim berusia 86 tahun.
Nabi Ibrahim kemudian membawa Hajar dan Ismail, yang waktu masih bayi dan menyusu pada ibunya, ke Makkah.
Pada saat itu di Makkah tidak ada seorang pun dan tidak ada air.