Kisah Gadis India yang Ditolak Keluarga Donorkan Ginjalnya Hanya Karena Terlahir Sebagai Perempuan
Kisah Gadis India yang Ditolak Keluarga Donorkan Ginjalnya Hanya Karena Terlahir Sebagai Perempuan
Penulis: Chairul Nisyah | Editor: Fadhila Rahma
Mengutip dari laman Merdeka.com, wanita India lebih menjaga bayi lelaki ketimbang perempuan.
Ini seperti dilansir lembaga pendidikan Universitas Negara Bagian Michigan dan Universitas California di Amerika Serikat.

Mereka mensurvei lebih dari 30 ribu perempuan di Negeri Hindustan itu dan hasil mengejutkan bayi laki-laki memperoleh kasih sayang lebih sebelum dilahirkan.
Para ibu yang mengandung bayi laki-laki bahkan rela datang untuk memeriksakan kandungan mereka ke dokter secara rutin.
Selain itu mereka juga menambah suplemen vitamin, zat besi, serta suntik tetanus agar bayi lelakinya semakin sehat.
Saat lahir pun para ibu akan membawa pulang jagoan kecilnya secara hati-hati dan penuh kasih.
Sementara bila para ibu mengetahui bayi mereka perempuan tidak terlalu mempedulikan kondisi janinnya.
Diskriminasi pemeriksaan medis juga terjadi dan bayi perempuan memiliki risiko kesehatan lebih besar.
• Inilah 5 Daya Tarik Wisata Kalimantan, Buktikan Calon Ibu Kota Baru Penuh Pesona (2)
• Dikabarkan Berkencan dengan Kwon Nara, Begini Reaksi Agensi Lee Jong Suk Terhadap Hubungan Keduanya
• Inisiatif Sendiri, Warga Hadang Truk Batubara PT GPP
Asisten Profesor Leah Lakdawala dari Universitas Negara Bagian Michigan mengatakan ini sudah diskriminasi secara sistematis meski tidak terlalu buruk dibandingkan aborsi janin perempuan, namun hal ini berpengaruh besar pada kesejahteraan hidup anak-anak selanjutnya. "Ini seperti melukiskan peristiwa mengerikan," ujarnya.
Selain itu para ibu sengaja tidak melakukan suntik tetanus jika janinnya perempuan.
Padahal ini bisa mengakibatkan risiko bayi meninggal saat dilahirkan. Selain itu berat badan si kecil akan di bawah rata-rata.
Selain India beberapa negara juga memberlakukan diskriminasi pada bayi perempuan seperti di China, Bangladesh, dan Pakistan.