Breaking News:

Sripo Wiki

Berwisata Sekaligus Berziarah Ke Makam Serunting Sakti , Peziarah Harus Siapkan Bubur Tiga Warna

Sejak dibangunnya patung replika puyang Serunting Sakti, saat ini makamnya sering dikinjungi wisatawan yang ingin berfoto dipatung Serunting Sakti ter

Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Budi Darmawan
SRIPO/WAWAN SEPTIAWAN
MAKAM SERUNTING SAKTI : Tampak sejumkah anak cucu Nenek Moyang Serunting Sakti saat berziarah di makam Serunting Sakti Dusun Pelang Kenidai, Jumat (31/7/2019) 

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Serunting Sakti merupakan sosok yang konon katanya merupakan salah satu pendekar asal Kota Pagaralam yang memiliki kesaktian. Diceritakan bahwa nenek moyang sebagian besar masyarakat Pagaralam merupakan salah satu tokoh lagenda Indonesia yaitu  Si Lidah Pahit.

Bahkan sampai saat ini makam Puyang Serunting Sakti masih menjadi salah satu lokasi ziarah para cucu sampai ke cicit-cicitnya. Bukan saja berziarah ada juga peziarah yang berdoa kepada Allah didepan makan Serunting Sakti dengan harapan doanya bisa dikabulkan Allah.

Jika dulu makan serunting sakti ini hanya dikunjungi warga saat akan berziarah saja. Namun saat ini pemandangan berbeda tampak dilokasi makam yang ada di Desa Pelang Kenidai Kota Pagaralam tersebut.

Sejak dibangunnya patung replika puyang Serunting Sakti, saat ini makamnya sering dikinjungi wisatawan yang ingin berfoto dipatung Serunting Sakti tersebut.

Bakan untuk melestarikan dan mengenalkan makam Serunting Sakti ini, beberapa waktu lalu komunitas Besemah Haritage mengelar kegiatan Festival Dusun Pelang Kenidai.

Kegiatan yang didasari oleh keprihatinan akan banyaknya budaya Besemah yang mulai dilupakan ini membuat komunitas ini mengelas festival budaya.

Dalam rangkaian festival Dusun Pelang Kenidai ini panitia mengajak semua masyarakat Dusun Pelang Kenidai dan Kota Pagaralam untuk kembali melestarikan kebudayaan asli Besemah. Diawal kegiatan panitia mengelar adat Ziara Makam Puyang.

Dalam acara ziarah makam tersebut, harus dihadiri oleh Jurai Tue (Pemangku adat) dan Sungku Jurai (Garis keturunan Puyang Serunting Sakti) serta tokoh-tokoh masyarakat setempat. Bahkan untuk bisa berziarah ke makam tersebut penziarah harus membawa bubur beras tiga warna yaitu Putih, Kuning dan Hitam.

Panitia Festival Dusun Pelang Kenidai, Bijak Pulon mengatakan, digelarnya kegiatan Festival Dusun Pelang Kenidai tersebut bertujuan untuk kembali mengangkat kebudayaan asli Kota Pagaralam atau Besemah.

"Kita harap dengan adanya kegiatan-kegiatan festival budaya akan menjadi salah satu langkah awal untuk kembali melestarikan budaya asli Besemah. Selian itu diharapkan kegiatan bersipat budaya akan banyak generasi penerus yang tahu kebudayaan Pagaralam yang memang saat ini sudah mulai tersingkir oleh kemajuan zaman," ujarnya.

Kegiatan kebudayaan juga akan menjadi salah satu daya tarik wisata di Kota Pagaralam. Pasalnya kebudayaan yang ada di Pagaralam cukup beragam dan sangat menarik.

"Kami harap kegiatan ini akan dijadikan agenda wisata tahunan oleh Pemerintah Kota Pagaralam. Pasalnya banyak daerah lain di Indonesia yang berhasil menarik wisatawan dengan mengelar kegiatan-kegiatan budaya," jelasnya.(one)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved