Kualitas Hutan Lestari
Bibit Sangat Menentukan Kualitas Hutan Lestari
Pengelolaan sumber daya hutan yang berkelanjutan pada dasarnya adalah pengelolaan hutan yang terencana.
Bibit Sangat Menentukan Kualitas Hutan Lestari
Jati Wiyono
(Praktisi Nursery Di Palembang)
Pengelolaan sumber daya hutan yang berkelanjutan pada dasarnya adalah pengelolaan hutan yang terencana.
Artinya, pada setiap level dan bentuk pengelolaan sumber daya hutan harus dikeloladenganrencana pengelolaan yang mengarah kepada pemanfaatan secara menyeluruh, rasional, optimal, sesuai daya dukung, serta tidak semata-mata berorientasi kepada pemanfaatan masa kini, tetapi juga untuk menjamin kelangsungan kehidupan di masa depan atau sustainable Forest Management.
Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang sering terjadi di dalam proses Pengelolaan Hutan yang terencana Maka pembangunan hutan tanaman sebagai salah satu pengelolaanhutan yang terencana untuk menghasilkan kayu baik untuk industri, pertukangan, kayu energi dan lain-lain harus dioptimalkan dan diselaraskanbaik dengan penambahan luas hutan tanaman maupun penggunaan materi tanaman unggul hasil pemuliaan.
Pengelolaan sumberdaya hutan yang berkelanjutan tentu harus didukung oleh sumber tanaman yang baik, di dalam proses untuk menghasilkan tanaman yang baik itu dimulai dari“Bibit, Bebet dan Bobotnya”.
Berdasarkan hal tersebut, salah satu tindakan yang sangat penting dilakukan adalah dengan Meningkatkan produtivitas dan kualitas bibit.
Langkah pertama untuk Lestari adalah dimulai dari bibit yang baik, yang nantinya akan meningkatkan mutu tegakan yang dihasilkan.
Perbanyakan tanaman merupakan serangkaian kegiatan yang diperlukan untuk penyediaan materi tanaman (Bibit) baik untuk kegiatan penelitian maupun program penanaman secara luas.
Penyediaan bibit dengan memiliki karakter unggul secara morfologi, fisiologis dan genetic akan sangat membantu keberhasilan tanaman di lapangan.
Teknik pembiakan vegetatif merupakan salah satu cara untuk memproduksi bibit yang memiliki karakter unggul karena anakan yang dihasilkan merupakan duplikat dari induknya sehingga memiliki struktur genetik yang sama,salah satu contoh tanaman hutan yang sering digunakan dan di lakukan pemulian adalah tanaman acacia crassicarpa.
Acacia rassicarpa merupakan salah satu jenis tanaman cepat tumbuh (fast growing species) yang sangat adaptif dan toleran terhadap kondisi lingkungan yang cukup ekstrim.
Jenis ini tidak menuntut persyaratan tumbuh yang tinggi dan dapat tumbuh pada lahan yang miskin hara (marginal), tanah berbatu serta tanah yang telah terdegradasi.
Penyediaan bibit yang baik tentu dimulai dari persemaian atau pembibitan (Nursery).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/nursery.jpg)