Gerah Dimarahi Atasan saat Kerja? Jangan Balik Marah, Coba 8 Tips Redam Emosi biar jadi Tangguh

Pernah melalh saat atasan marah? Yuk,redam emosimu dan atasi dengan tips berikut ini

Penulis: Tria Agustina | Editor: Welly Hadinata
Shutterstock
Ilustrasi Tips Redam Emosi / Gerah Dimarahi Atasan saat Kerja? Jangan Balik Marah, Coba 8 Tips Redam Emosi biar jadi Tangguh 

Kemudian pahami lebih jauh, seandainya kita berada pada posisi si bos sekaligus sebagai ayah yang sedang memikirkan anaknya yang sakit, bukankah kita akan bertindak hal yang serupa dan ingin rasanya orang memperhatikan dan memaafkan atas kurangnya performanya pada hari itu.

Viral Bocah Kecil Datang ke Sekolah Selalu Kenakan Baju Kotor, Begini Curhat Guru yang jadi Sorotan

Jadul Memang, tapi 4 Lagu Sheila on 7 ini bikin Persahabatan Makin Greget, Yuk Nostalgia Bareng!

Viral Penampakan Pocong Tertangkap di Google Maps, Begini Hasilnya Jika Mengetik Kedungwaru Kidul

3. Bersikap Lebih Sportif

Emosi ketika dimarahi bos adalah hal yang normal, semua orang pun pasti pernah mengalaminya. Dan meski tak mudah rasanya untuk meredam emosi setelah dimarahi bos setelah apa yang dilontarkan.

Meski demikian, cobalah bersikap sportif dan tak bersikap kekanak-kanakan hingga mogok bicara di depan bos. Tetap perlihatkan kinerja dengan baik sesuai tugas Anda dan tetap berkomunikasi dengan baik.

Dengan kata lain, tetap jaga profesionalitas dalam bekerja. Jangan sampai terlihat seperti terlihat seperti cari muka.

4. Bersikap Bijak

Hadirkan sikapmu yang terbaik, karena masalah hidup itu tidak ubahnya seperti soal ujian.

Bukankah masalahnya itu bukan soal yang diujikan kepada kita, tetapi adalah bagaimana sikap kita menjalani soal-soal yang ada di ujian, singkatnya bagaimana kita menghadapi dan menjalaninya dengan bijak.

Jadi dalam kehidupan, persoalannya justru bukan pada masalah itu sendiri, tetapi dari bagaimana kita merespon masalah tersebut.

Kalau bos marah pada kita, maka bukan marahnya itu yang menjadi masalah, tetapi yang menjadi masalah adalah bagaimana sikap kita terhadap itu.

5. Jangan Diambil Hati

Pahami karakter lingkungan kerja, terutama atasanmu. Karena, karakter setiap orang berbeda-beda. Ketika atasan marah, kamu pun juga harus tahu sebabnya.

Maka komunikasi yang lancar dengan atasan menjadi penting. Atasan yang suka berbicara keras dan lantang dianggap sebagai ungkapan marah.

Kamu pun harus tahu, bahwa definisi marah yang sebenarnya itu seperti apa. Karena karakter terbentuk dari kebiasaan. Jika kebiasaan atasan memang berbicara keras, maka bisa jadi yang kamu anggap marah itu sebetulnya bukan amarah. Hanya ungkapan kekecewaan saja.

Pahami itu dan jangan diambil hati. Jika tidak, bisa-bisa kamu akan selalu menganggap bahwa atasan marah-marah tak jelas. Bedakan antara marah (emosi) dan suara lantang karena kebiasaan.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved