Informasi Haji 2019

Bus Jemaah Haji Sumsel Berbenturan dengan Bus India

Bus Shalawat No 09 yang melayani jemaah haji menuju Masjidil Haram berbenturan dengan bus jemaah haji India

Bus Jemaah Haji Sumsel Berbenturan dengan Bus India
ist
Bus Shalawat di Mekkah melayani keperluan jemaah haji Indonesia yang akan beribadah di Masjidil Haram 

LAPORAN WARTAWAN SRIPOKU.COM/MUHAMMAD HUSIN

SRIPOKU.COM, MEKKAH --Insiden kecelakaan ringan terjadi saat Bus Shalawat No 09 yang umumnya mengangkut jemaah haji asal Embarkasi Palembang menuju terminal Syib Amir, Masjidil Haram, Kamis (25/7) jelang waktu zuhur bersinggungan dengan minibus yang mengangkut jemaah haji asal India.

Tidak ada korban di kasus kecelakaan lalu lintas tersebut, hanya kaca spion bus mengalami kerusakan.

Menurut Rahmat Hamdani, jemaah haji Kloter 2 Palembang mengatakan, kejadian itu berasal saat Bus Shalawat No 9 hendak mengantar jemaah haji ke Masjidil Haram. Saat melintas di terowongan ke dua, bus yang sudah memberi insyarat lampu sein, hendak berbelok ke kiri.

Namun tiba-tiba dari arah belakang, minibus yang membawa jemaah haji asal India, dengan kecepatan tinggi tanpa mengerem lagi langsung menabrak dan menyenggol bus Shalawat. Alhasil, terjadi benturan ringan yang menyebabkan kaca spion bus pecah.

Kedua kendaraan akhirnya menepi, dan sempat terjadi ketegangan di antara ke dua sopir bus tersebut. Jemaah haji Indoensia, khususnya Palembang yang tidak mengerti bahasa yang dipakai. "Sepertinya mereka ini beradu argumentasi dan mencari pembenaran masing-masing," katanya.

Pertengkaran dengan suara keras itu, akhirnya terhenti dan kedua sopir bersalaman dan saling rangkul, sebagai tanda perkara mereka selesai.
"Sopir bus Nomor 9, kembali ke dalam bus dan mengambil botol berisi air zam-zam, lalu diberikan kepada sopir bus India. Setelah mereka berangkulan. Enak sekali, dengan minium air zam-zam, mereka langsung damai," kata Rahmat Hamdani kepada Kontributor sripo di Mekkah RM Syukri.

Selain itu juga dilaporkan, rata-rata kondisi mobil di Mekkah, khurusnya taksi dan pribadi, sebagian besar kondisinya sudah tidak normal lagi. 

Artinya, bodi kendaraan penyok dan kempot akibat benturan dan tabrakan. Dan merek mobil yang dimiliki warga Mekkah, rata-rata mobil tergolong merah, seperti Camry, Mercy, hingga mobil keluaran terbari yang harganya ratusan juta bahkan miliaran.

Namun, mobil-mobil itu kotor dan berdebu. Bahkan diparkir di sembarang tempat, seperti di bawah jemabatan. Warga Mekkah, tidak khawatir mobil mereka akan curi.

"Mereka tawakal saja. Kalau kita di Indonesia, mobil benturan sedikit saja, urusannya bisa smapai panjang dan orang berpangkat dilibatkan. Tapi di Mekkah, semua aman dan damai. Konon katanya, keributan mulut hal biasa, asalkan jangan memukul atau main fisik," kata RM Syukri. (sin)

Penulis: Husin
Editor: muhammad husin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved