Alami Error, Hingga Saldo Nol. Mobile Banking dan ATM Bank Mandiri di Palembang Tak Bisa Dipakai
Hilangnya saldo nasabah Bank Mandiri secara mendadak karena pemeliharaan sistem keamanan membuat nasabah panik.
Salah satu nasabah yang mengalami kehilangan saldo, Andika (37) warga Pekanbaru.
Dia menemukan saldo di ATM kosong saat akan melakukan penarikan tunai.
Padahal sebelumnya saldo berisi Rp 15 juta.
"Saya tadi sama istri mau narik uang. Begitu transaksi tarik tunai, ATM minta maaf. Maaf, saldonya kosong. Gitu katanya dikutip dari kompas.com
Tentu cek saldo lihat mutasi, enggak ada juga.
Positif ada masalah, langsung ke sini (Bank Mandiri)," kata Andika pada wartawan, Sabtu.
Panik dengan kejadian itu, dia pergi ke Kantor Bank Mandiri di Jalan Jenderal Sudirman untuk cek saldo ke teller.
"Setelah di cek via buku tabungan, saldo masih ada. Pegawai bank bilang ada masalah sistem dengan sejumlah nomor rekening," sebut Andika.
Saat itu kata dia, ternyata sudah ramai nasabah yang melakukan protes karena mengalami kejadian yang sama.
"Ada yang nangis, panik dan marah-marah ke pihak bank. Kata pihak bank ada masalah dengan IT," sebutnya.
Pernah Terjadi Peristiwa Sama
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengklarifikasi terkait gagalnya transaksi dan hilangnya dana nasabah.
Kedua kejadian tersebut terjadi pada Kamis kemarin (22/6/2017).
Direktur Utama Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo menerangkan, hilangnya dana nasabah tersebut karena banyaknya transaksi yang terjadi di dalam sistem back office perseroan.
Menurut dia, biasanya transaksi harian Bank Mandiri mencapai 20 juta sampai 30 juta transaksi per hari, namun pada Kamis (22/6/2017) kemarin hingga mencapai 50 juta transaksi per hari.
Melonjaknya jumlah transaksi tersebut membuat sistem back officeBank Mandiri menjadi terkendala.
"Kemarin tuh hari Kamis extra ordinary hampir 45 juta transaksi bahkan hampir 50 juta transaksi. Karena banyak gaji dan THR, kemudian orang-orang banyak pembayaran karena hari terakhir kan. Sehingga ada kendala di back office," ujar Kartika saat ditemui dalam "Open House" Menko Perekonomian Darmin Nasution di Jalan Widya Chandra IV, Jakarta, Senin (26/6/2017).
Pria yang akrab disapa Tiko ini menuturkan, dari semua jumlah transaksi tersebut baru dua jenis transaksi yang telah terselesaikan yakni transaksi tunai dan transaksi antar bank.
Sisanya, transaksi elektronik menggunakan Electronic Data Capture (EDC) sedang diproseskan.
Dalam hal ini, Kartika membenarkan, adanya dana nasabah yang hilangnya saat melakukan transaksi.
Dana nasabah ini hilang, juga dikarenakan banyaknya transaksi, sehingga menggangu sistem backoffice Bank Mandiri.
"Iya itu (dana hilang) betul. Akan tetapi, besoknya udah Kami kembalikan. Jadi setelah ditarik tunai tidak keluar uangnya tapi terdebet, itu besoknya udah kita kreditkan lagi semua. Sebetulnya nilainya nggak terlalu banyak. Cuman berapa puluh miliar lah," pungkas dia.(TS/Tati))
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/transaksi-atm-bank-mandiri_20180608_202909.jpg)