Tersangka OBI Bukan Lulus SMA Taruna Indonesia , Baru Seminggu Jadi Pengawas dan Pembina

Terkait meninggalnya siswa SMA Taruna Indonesia, DB (14), terkuaklah tersangka Obi Frisman (24), yang diketahui seorang pembina, bukan lulus SMA Tarun

Tersangka OBI Bukan Lulus SMA Taruna Indonesia , Baru Seminggu Jadi Pengawas dan Pembina
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
OBI Frisman (24). Bukan Lulus SMA Taruna Indonesia ,dan Baru Seminggu Jadi Pengawas dan Pembina. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Terkait meninggalnya siswa SMA Taruna Indonesia, DB (14), terkuaklah tersangka Obi Frisman (24), yang diketahui seorang pembina, bukan lulus SMA Taruna Indonesia, dan bukan lulusan taruna lainnya.

Hal ini diungkap oleh salah satu siswa SMA Taruna Indonesia, sebut saja DI siswa kelas III," ya saya tahu OBI itu bukan lulus taruna pak, tapi memang dia membina di SMA Taruna kami," Ungkapnya ketika diwawancara Sriwijaya Post, Senin  (15/7).

DI mengatakan, memang dirinya tidak pernah di bina oleh OBI, namun ia sebagai siswa kelas III SMA Taruna pun tahu atas keberadaan OBI, "setahu saya mungkin baru seminggu pak OBI itu jadi pembina disini (sekolah kami-red)," tegas lagi.

Ketika ditanya soal keseharian OBI, lanjut DI, kepribadian OBI baik, namun dirinya tidak tahu menyeluruh," Baik pak orangnya , tapi saya tidak tahu persisnya. Jika berpapasan sering tegur sapa. Saya juga tidak menyangka. Semalam saya sekolah sini belum ada tejadi kekerasan ini," ungkapnya.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli Sesalkan Masih Ada Kekerasan Terhadap Siswa Baru di Zaman Sekarang

KAPOLDA SUMSEL : Korban Meninggal Akibat Pukulan Benda Tumpul, Obi Frisman Ditetapkan Tersangka

UPDATE Korban MOS SMA Taruna Indonesia Palembang Bertambah, Seorang Pelajar Jalani Operasi di Perut

Informasi yang dihimpun Sriwijaya Post, saat Mos (masa orentasi siswa) tersangka sendiri, OBI, berpesan sebagai pengawas dan pembina. " Kejadian ini terjadi pada hari terakhir. Memang diketahui kejadian ini dilakukan selama seminggu," Ungkap Kapoda Sumsel, Irjen Pol Firli, saat gelar perkara di Polresta Palembang.

Ketika ditanya mengenai terjadinya aksi penganiayan itu, tentang adanya petugas TNI yang ikut mengawasi kegiatan itu, Jendral Bintang dua itu mengatakan berdasarkan keterangan saksi, hingga hari terakhir tidak ada pengawas dari TNI.

" Tidak ada pengawasan dari TNI, jadi diketahui kegiatan ini, jalan kaki lebih kurang 13 kilo, saat itu korban merasa kelelahan dan korban tidak sanggup. Terus ada kata-kata korban membuat pelaku tersinggung, terjadi kejadian tersebut," katanya.

Video: SMA Taruna Indonesia Palembang, Disidak Kadisdik Sumsel Pasca Tewasnya DB

Lanjut Kapolda Sumsel, tentunya kegiatan ini perlu dievaluasi," Kita bekerja berawal dari TKP, keterangan saksi, apabila ada korban yang lain diharapkan untuk melaporkan kejadian tersebut," katanya.

Ketika disinggung mengenai adakah sanksi untuk pihak sekolah, ditambahkan Firli, itu tidak masuk ranah pihak kepolisian," Biarlah pihak terkait yang melakukannya," tutup Kapolda Sumsel. (diw).

Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved