Breaking News:

Makar Dan Kejahatan Politik

Kata "makar" kini menjadi trending topic jagat hukum di tanah air kita. Pasca pemilihan presi­den dan wakil presiden,

Makar Dan Kejahatan Politik
ist
Mahendra Kusuma, SH.MH.

Makar Dan Kejahatan Politik

Oleh: Mahendra Kusuma, SH.MH.

Dosen PNSD Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah II Dpk FH Universitas Taman­sis­wa Palembang

Kata "makar" kini menjadi trending topic jagat hukum di tanah air kita. Pasca pemilihan presi­den dan wakil presiden, asejumlah tokoh ditangkap dan dijadikan tersangka dengan tuduhan me­la­kukan makar.

Tokoh-tokoh tersebut antara lain Eggi Sudjana, Mayjen (Purn) Kivlan Zen, Mayjen (Purn) Soenarko, Komjen Pol (Purn) Sofjan Yacoeb. Timbul pro dan kontra dalam ma­sya­rakat terhadap tuduhan maker tersebut.

Apakah yang dimaksud dengan makar? Istilah makar dalam bahasa Belanda disebut "aanslag" yang menurut arti harfiah adalah penyerangan atau serangan.

Tidak ada terjemahan resmi dari KUHP Hindia Belanda yang kemudian disahkan menjadi KUHP Indonesia.

Terjemahan da­lam KUHP Indonesia saat ini hanyalah terjemahan dari para ahli hukum pidana.

Mengenai istilah makar dalam KUHP sendiri dimulai penafsiran secara khusus yang dapat di­te­mui dalam Pasal 87 KUHP yang rumusannya berbunyi: "Dikatakan ada makar untuk me­la­ku­kan suatu perbuatan, apabila niat untuk itu telah ternyata dari adanya permulaan pelaksanaan se­perti yang dimaksudkan dalam Pasal 53".

Jadi Pasal 87 KUHP ini hanya memberikan suatu penafsiran tentang istilah makar dan tidak mem­berikan definisinya. Indriyanto Seno Adji (2009) menyatakan bahwa KUHP belum me­miliki artikulasi yang tegas tentang makar.

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved