Antrian BBM di Pagaralam Sering Ganggu Lalulintas , Dua Sisi Jalan Raya Jadi Lokasi Parkir

Kendaraan ini rela antri berjam-jam hanya untuk bisa mendapat jatah BBM jenis Premium. Antrian yang ada kadang mencapai ratusan meter dan puluhan kend

Antrian BBM di Pagaralam Sering Ganggu Lalulintas , Dua Sisi Jalan Raya Jadi Lokasi Parkir
SRIPO/WAWAN SEPTIAWAN
BORONG JALAN : Tampak kendaraan yang hendak beli BBM di SPBU Simpang Mbacang yang memarkir mobilnya didua sisi jalan. Hal ini sering menjadi penyebab macet, Selasa (2/7/2019). 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Wawan Sepriansyah

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Antrian kendaraan yang hendak mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) disejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada Pagaralam sudah menjadi pemandangan setiap hari.

Kendaraan ini rela antri berjam-jam hanya untuk bisa mendapat jatah BBM jenis Premium. Antrian yang ada kadang mencapai ratusan meter dan puluhan kendaraan.

Pantauan sripoku.com, Selasa (2/7/2019) menyebutkan salah satu SPBU yang sering banyak kendaraan yang antri yaitu SPBU Simpang Mbacang. Puluhan kendaraan mengantri untuk bisa mengisi BBM jenis Premium. Antrian kendaraan berada dijalan lintas Pagaralam-Lahat.

Parahnya pemilik mobil kadang mengantri dengan menggunakan dua sisi kanan dan kiri jalan. Akibatnya jalan protokol yang merupakan jalan satu-satu menuju Kota Pagaralam menyempit karena antrian kendaraan tersebut.

Ismanto (56) salah satu pengguna jalan mengelukan kondisi tersebut, pasalnya akibat antrian kendaraan tersebut sering menjadi penyebab kemacetan.

"Ini jalan protokol yang memang ramai dilalui kendaraan baik kendaraan pribadi sampai kendaraan dengan tonasi tinggi. Jika dua sisi jalan dijadikan lokasi mengantri mobil maka jalan menjadi sempit," ujarnya.

Dengan kondisi jalan yang sempit saat ada mobil tonasi tinggi berpapasan maka dipastikan akan macet karena tidak bisa jalan terhalang kendaraan yang ada didua sisi jalan.

"Kalau dua mobil besar seperti fuso dan truk berpapasan pasti macet. Karena memang harus hati-hati agar tidak bertabrakan atau sengolan karena jalan sudah sempit," katanya.

Sementara itu, Rendi (32) pemilik kendaraan yang sedang antri mengatakan, mereka terpaksa harus menggunakan dua sisi jalan. Hal ini agar bisa lebih cepat dapat giliran mengisi BBM.

"Kalau cuma satu jalur antriannya panjang dan juga harus menunggu berjam-jam untuk bisa sampai giliran kita. Sebab jika harus lama kadang kita tidak dapat jatah bensin lagi karena kehabisan," jelasnya.(one)

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved