Kurun Waktu 2018, Sat Narkoba Polres Palembang Berhasil Tindak 550 Pelaku Narkoba

pada tahun 2018, kurang lebih ada 500 perkara yang ditangani Sat Res Narkoba Polresta Palembang. Pelaku yang berhasil ditangkap kurang lebih 500 sampa

Kurun Waktu 2018, Sat Narkoba Polres Palembang Berhasil Tindak 550 Pelaku Narkoba
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Kasat Res Narkoba Polresta Palembang, Kompol Ahmad Akbar. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG--Memperingati Hari Anti Narkorba Internasional (HARI), yang jauh pada 26 Juni, tentunya secara bersama-sama seluruh komponen, Baik Direktorat Narkoba Polda Sumsel, Sat Narkoba Polresta Palembang, BNNP Sumsel, dan seluruh lapisan masyarakat Internasional khusus di kota Palembang, memperkuat aksi dan bekerja sama memberantas peredaran dan pemakaian narkoba.

Hal Ini pun diungkap langsung oleh Kasat Narkoba Polresta Palembang, Kompol Ahmad Akbar. Ketika diwawancara Wartawan Sriwijaya Post, Rabu (26/6), Akbar menagatakan peredaran narkoba di Palembang, melihat dari selektif sudut pandang prestasi peredaran narkoba di Palembang memang banyak.

Salib Kendaraan di depannya, Keisar Bertabrakan dengan Mobil Pick Up di Jalan Slamet Riyadi Musi IV

Eko Kuras Isi Rumah Firdian di Kecamatan Gelumbang Muaraenim Pakai Gerobak Dorong

Kronologis Pembunuhan Petani Kopi di OKU Selatan, Pelaku Gorok Leher Korban Saat Sedang Tidur

 

" ini banyak pada level kelas menengah dibawah, satu bulan rata-rata 20 pelaku hingga 30 pelaku kita tangkap," Ungkap Akbar.

Lanjutnya, dalam kelompok level kelas menengah ke bawa ini dengan barang bukti masih gram sampai ons. "Kalu barang bukti hingga kiloan sudah pemain besar," ungkapnya.

Untuk pelakunya sendiri, sambung Akbar, merupakan pelaku dalam kota yang tak lain orang Sumsel sendiri, sebanyak 90 persen.

"Pada kasus-kasus yang besar pasti ada koneksi dengan orang luar, baik orang luar kota Palembang, bahkan orang luar indonesia," teganya.

Satlantas Polres Empatlawang Bagi Helm dan Bunga Mawar Gratis Kepada Pegendara yang Melintas

Lebih Pilih Perawan Atau Janda? 7 Artis Cantik Ini Ternyata Seumuran Tapi dengan Status Berbeda

Ketika ditanya mengenai jenis narkoba yang beredar paling banyak di kota Palembang, Lebih jauh Akbar mengatakan, didominasi narkoba jenis sabu," untuk ektasi nomor 2, sabu yang banyak peredarannya. Misalnya pada tahun 2018, kurang lebih ada 500 perkara yang ditangani Sat Res Narkoba Polresta Palembang. Pelaku yang berhasil ditangkap kurang lebih 500 sampai 550 pelaku,' bebernya.

Akbar juga menuturkan, untuk lokasi peredaran narkoba sendiri di Kota Palembang. Dirinya tidak bisa menyebutkan di lokasi-lokasi mana saja (nama daerahnya). Tetapi lokasi pengedaran narkoba di kota Palembang sendiri di tipe areanya di permukiman padat penduduk atau boleh dikatakan SLUM Area (daerah pingiran kota)

"Yang disana banyak tempat rumah sementara seperti kontrakan, kost bisanya dijadikan tempat-tempat untuk penjualan narkoba itu," katanya.

Terpeleset Saat Memancing, Rintoh Koban Tenggelam di Sungai Batanghari Muba Berhasil Ditemukan

Bonus Besar Menanti Skuat Sriwijaya FC Jika Menang dari Cilegon United di Liga 2 Indonesia 2019

Efek jera kepada pelaku pelaku ini, rata-rata diterapkan pasal 114 KHUP Undang-Undang No.35 tahun 2009, ancaman maksimal 12 tahun sampai 20 tahun. Beda lagi dengan kasus-kasus berar dengan barang bukti yang lebih dari 1 kilogram, dan kalau ekstasi diatas 1000 butir, dikenakan ayat 2 dari pasal 114 KHUP dengan ancaman hukuman 20 tahun, bahkan seumur hidup dan hukuman mati.

Ditambahkan Kasat Narkoba Polresta Palembang, kalau penindakan sudah multak menjadi bagian dari tugas kepolisian dan BNN. Kami berharap ada setuhan dari pemerintah kota Palembang pada SLUM Area.

Pakai Ramuan Tradisional Ini Ampuh Atasi Nyeri Haid, Berikut Bahan dan Cara Membuatnya

Tiga Pencuri Kabel PT Medco Energi Lolos dari Kepungan Polisi, Satu Pelaku Pasrah tak Bisa Berkutik

" ini perlu disentuh apakah melalui pembangunan yang lebih menyentuh kesana atau pembangunan secara fisik, pembanguan dibidang rohaninya, secara pendekatan sosial pendataan tenaga kerja, (pendataan, pelatihan, sampai dengan proses penyaluran), saya kita pemerintah susah melakukan ini, tinggal di galakan lagi, agar pemuda-pemuda ini terhindar dari Narkoba (pemaka-red), dan membuka wawasan untuk tidak bebuat aksi kriminal, " katanya.

Karena dari semua yang Sat Res Narkoba yang tangani banyak motifnya ekonomi, karena faktor ekonomi. " tapi motif seorang pemakai macam-macam, ada yang broken home, atau mungkin tidak mempunyai keluarga sama sekali, pekerjaan yang menuntut fisik sehingga dengan dia memakai itu fisiknya kuat, contohnya tukang ojek, sopir mobil, kuli bangunan, (orang-orang yang mobilitasnya tinggi," bebernya. (diw).

Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved