Sampah Numpuk Karena Tak Ada TPS, DLH Pagaralam Atur Jam Pembuangan Dan Pengambilan Sampah

Sampah Numpuk Karena Tak Ada TPS, dan dibuang warga sembarangan . DLH Pagaralam Atur Jam Pembuangan Dan Pengambilan Sampah

Sampah Numpuk Karena Tak Ada TPS, DLH Pagaralam Atur Jam Pembuangan Dan Pengambilan Sampah
SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
TUMPUKAN SAMPAH : Tampak tumpukan sampah yang senagaja dibuang warga ditepi jalan pasalnya tidak ada Tempat Pembuangan Sampah (TPS) dikawasan tersebut, Selasa (25/6/2019). 

Laporan Wartawan Sriwijaya Post, Wawan Septiawanpp

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Meskipun Pemerintah Kota ( Pemkot) Pagaralam melalui Dinas Lingkungan Hidup (LH) telah mengatur jam pembuangan dan pengambilan sampah di Kota Pagaralam dengan tujuan untuk mengurangi tumpukan sampah.

Namun fakta dilapangan program tersebut belum begitu efektif karena di berapa titik wilayah Pagaralam masih tampak masyarakat yang meletakkan sampah ditepi jalan.

Pantauan Sripoku.com, Selasa (25/6/2019) menyebutkan, seperti yang telihat di sepanjang kawasan Jalan Gunung, Talang Jawa hingga Simpang Nendaggung, Kecamatan Pagaralam Selatan, dimana masih terlihat puluhan titik tumpukan sampah di wilayah tersebut.

Taufik (37), salah satu warga sekitar mengatakan, jika penumpukan sampah yang dilakukan warga tersebut bukan tanpa alasan, salah satunya karena tidak adanya Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di kawasan tersebut. Selain itu juga karena masyarakat yang tidak sempat membuang sampah di pagi hari.

"Memang petugas kebersihan sudah melakukan pengambilan sampah dua kali sehari, yaitu pada pukul 07.00 WIB dan Pukul 15.00 WIB sore. Namun karena tidak semua warga yang dapat membuang sampah tepat waktu, jadi penumpukan terjadi pada siang harinya," katanya.

Jadikan Objek Wisata Agrowisata, Wako Pagaralam Fokus Kembangkan Sektor Pertanian

Rumah Dinas Walikota Pagaralam Jadi Objek Wisata

Sebelumnya Kabid Pengendalian Analisis Dampak Lingkungan Dinas LH, Bonsen Hadi mengatakan, jika tidak adanya TPS tersebut bukan karena tidak adanya ketersedian kotak sampah. Namun karena permasalahan dilapangan, salah satunya kotak sampah yang sudah diletakan diwilayah tersebut dirusak oleh oknum tidak bertanggung jawab.

"Kita dulu sudah menempatkan sejumlah kotak sampah, namun banyak yang dirusak. Akibatnya bukannya menjadi bak penampung sampah malah sampah banyak berhamburan karena dimakan anjing," ujarnya.

BREAKING NEWS : Kecelakaan Maut di Areal Tambang Batubara di Lahat, Dua Sopir Truk Batubara Tewas

Bukan Hanya Siswa, Untuk Pemerataan Disdik Kota Palembang Akan Terapkan Sistem Zonasi Guru

Selain itu kendala lainya yaitu sulitnya menempatkan kotak sampah, karena beberapa masyarakat enggan jika kotak sampah diletakan di depan rumahnya dengan alasan tidak ingin depan rumahnya kotor dan dapat menimbukan bau tidak sedap.

"Dengan alasan inilah kita berlakukan pengambilan sampah dua kali sehari, jadi agar tidak ada penumpukan sampah, kami mintak untuk masyakat dapat tepat waktu membuang sampah," katanya.(one)

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved