Berita Musi Banyuasin

Jalin MoU dengan Kejari Muba, Kontraktor di Muba Ramai-Ramai Kembalikan Uang Kelebihan Bayar

Sejumlah kontraktor atau pihak ketiga berdatangan ke Kejaksaan Negeri Muba untuk mengembalikan uang lebih bayar atau kurang volume pengerjaan.

Jalin MoU dengan Kejari Muba, Kontraktor di Muba Ramai-Ramai Kembalikan Uang Kelebihan Bayar
SRIPOKU.COM/FAJERI RAMADHONI
Kasi Datun Elias Mozart Situmorang SH pada saat menerima uang senilai ratusan juta lebih dana kelebihan bayar atau kurang volume pengerjaan, berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. 

Laporan wartawan sripoku.com, Fajeri Ramadhoni

SRIPOKU.COM, SEKAYU--Setelah melakukan MoU antara Kejari Muba dan Dinas PUPR serta dilayangkan surat pemanggilan beberapa waktu lalu terhadap beberapa kontraktor.

Kini sejumlah kontraktor atau pihak ketiga berdatangan ke Kejaksaan Negeri Muba untuk mengembalikan uang lebih bayar atau kurang volume pengerjaan, berdasarkan audit BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) RI.

Bahkan terbaru ada kontraktor mengembalikan uang sebesar Rp 400 juta secara cash dan bukti setor senilai Rp 230 juta.

"Sebelumnya kita lakukan negosiasi kepada beberapa kontraktor yang telah memenuhi undangan kita. Nah, hari ini ada beberapa yang mengembalikan uang," kata Kepala Kejari Muba Suyanto SH, melalui Kasi Datun Elias Mozart Situmorang SH didampingi Kasi Intel Achmad Arjansyah SH, Kamis (20/6/19).

Lanjutnya, kedatangan sejumlah rekanan pihaknya menyambut baik langkah sejumlah kontraktor yang kooperatif dengan memenuhi undangan dan mengembalikan uang lebih bayar sesuai audit BPK RI Tahun Anggaran 2015, 2016, dan 2017.

"Hari ini, ada kontraktor yang mengembalikan uang cash senilai Rp 400 juta. Lalu ada yang menunjukkan bukti transfer senilai Rp 230 juta. Selanjutnya, uang cash yang diberikan kontraktor kita serahkan ke Dinas PUPR untuk disetorkan ke kas daerah,"ungkapnya.

PLN Rayon Banyuasin Langsung Ambil Langkah Penanganan Atas Keluhan Warga Soal Kabel Menjuntai

P3NTR Diaktifkan Kembali, KUA Kisam Tinggi OKU Selatan Lantik 19 Petugas Penghubung Keagamaan

Persimuba Lirik Mantan Pelatih Liga 1, Ini Kata H Apriyadi, Sekda Muba

Dari 35 kontraktor yang dipanggil pihaknya dengan total nilai sekitar Rp10 miliar, baru 7 yang memenuhi panggilan. Sedangkan sisanya, 28 kontraktor masih ditunggu kedatangan untuk dilakukan negosiasi dan pembayaran.

"Bagi kontraktor yang telah bernegosiasi, ada tenggang waktu untuk mengembalikan uang yakni kita beri waktu 60 hari. Untuk nilai yang tidak signifikan (dibawah Rp 100 juta) kita beri waktu 14 hari. Sisa yang belum datang kita tunggu," tegas dia.

Bagi kontraktor yang tidak sama sekali memenuhi undangan, sambung dia, akan ada upaya lain yakni dibawa keranah hukum.

"Ya, kita minta semua (kontraktor) untuk kooperatif dengan memenuhi undangan. Ini semua kita lakukan untuk menyelamatkan keuangan negara. Dimana hasilnya nanti dapat digunakan untuk menunjang program pembangunan Pemkab Muba demi peningkatan kesejahteraan masyarakat," jelasnya.

Sementara, Plt Kepala Dinas PUPR Muba, Herman Mayori, mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih kepada pihak kontraktor yang telah secara bertahap mengembalikan temuan LHP BPK RI, tentunya ini berkat adanya MoU antara Dinas PUPR Muba dengan Kejaksaan Negeri Sekayu.

"Sejak adanya MoU banyak rekanan yang mengembalikan temuan BPK RI tersebut. Itu sangat baik, kami juga mengucapkan terima kasih kepada pihak Kejari Muba yang sudah membantu kami dalam upaya mengembalikan kerugian negara," jelasnya.

Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved