Berita Palembang

Datang ke Palembang, Menristekdikti Mohammad Nasir Minta PT Harus Lakukan Perubahan yang Dahsyat

Datang ke Palembang, Menristekdikti Mohammad Nasir Minta PT Harus Lakukan Perubahan yang Dahsyat

Datang ke Palembang, Menristekdikti Mohammad Nasir Minta PT Harus Lakukan Perubahan yang Dahsyat
Tribun Sumsel/Sri
Menristekdikti, Mohammad Nasir saat melakukan pemukulan gong sebagai tanda Simposium Nasional Akutansi Vokasi (SNAV) ke 8 dan Olimpiade Akutansi Vokasi (OAV) ke 3 di Hotel Swarna Dwipa, Selasa (18/6/2019). 

SRIPOKU.COM.PALEMBANG - Datang ke Palembang, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohammad Nasir meminta pendidikan tinggi harus melakukan perubahan-perubahan untuk menghadapi tantangan yang akan datang.

"Perubahan yang kita inginkan perubahan yang dahsyat, karena di dalam revolusi industri 4.0 dimana semua sudah digital kalau kita tidak mengarah kesana pendidikan kita akan tidak jalan," ujarnya usai di acara Simposium Nasional Akutansi Vokasi (SNAV) ke 8 dan Olimpiade Akutansi Vokasi (OAV) ke 3 di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Selasa (18/6/2019).

Oleh karena itu, dalam acara simposium ini ia menyampaikan kepada seluruh direktur politeknik, ketua program advokasi seluruh Indonesia yang datang dalam acara ini untuk melakukan perubahan yang lebih baik lagi.

Namun sejalan dengan hal ini ia juga menilai kompetensi dosen harus diupgrade agar tidak ketinggalan.

Jenderal Bintang Tiga yang Dulunya Kabareskrim Polri Ini, Kini Hidupnya Menjadi Petani di Pagaralam

Dulu Ayam atau Telur Sering Jadi Pertanyaan dan Perdebatan, Begini Penjelasan dari Al Quran

Amsor Jadi Tersangka Kecelakaan Maut di Tol Cipali & Dikenakan Pasal Pembunuhan

"Dosennya dulu harus kita upgrade baru mahasiswa. Maksudnya pengetahuan para dosen ini ditingkatkan lagi dan juga tidak boleh ketinggalan jaman harus ikuti sesuai jaman," ungkap dia.

Ia menjelaskan mahasiswa yang tidak memiliki kompetensi sesuai bidang keahliannya juga akan sulit untuk dimanfaatkan industri.

"Maka kedepan lulusan disamping mendapatkan ijazah, ia juga akan mebdspatkan sertifikasi keahlian dibidang masing-masing supaya industri bisa memanfaatkannya," jelas dia.

Kata Nasir walaupun ini belum ditetapkan akan tetapi pihaknya akan mendorong hal tersebut.

"Apalagi sekarang masuk perguruan tinggi menggunakan sistem UTBK sesuai dengan kompetensinya," ujarnya.

Zamsul Laporkan Keponakan Sendiri ke SPKT Polresta Palembang, Ternyata Begini Penyebabnya

Awalnya Hobi, Mahasiswa FISIP Unsri Ini Raup Omset Rp 200 Juta Per Bulan dari Jual Beli Tiket Online

Hampir Dinikahi Gubernur Jambi, Ternyata Ini Profesi Suami Ayu Dewi yang tak Terekspos, Pantes Tajir

Maka, lanjut dia calon mahasiswa yang masuk perguruan tinggi harus sesuai dengan kompetensinya masing-masing.

"Kalau tidak sesuai kompetensinya masing-masing akan menjadi masalahnya kedepan walaupun didalam hal ini tingkat penganguran didalam pendidikan tinggi yakni di Politeknik maupun akademik mengalami penurunan dari data statistik yang dikeluarkan BPS ,"tuturnya.

Menurutnya, penurunan ditahun 2018 dibandingkan tahun sebelumnya kurang signifikan. "Harusnya ini mampu 100 persen terserap oleh Industri," bebernya. (Sri/Tribun Sumsel)

===

Editor: Welly Hadinata
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved